mohfiton85

This WordPress.com site is the bee's knees

Archive for the category “Supranatural”

Pengertian tingkatan dalam ilmu kebatinan

Pengertian Semedi.

Semedi yang benar adalah semedi yang menuju nol / kosong fikiran yaitu melepaskan fikiran-fikiran yang sifat duniawi agar bisa ketemu titik sehingga orang tersebut menuju keheningan (Hening). Belajar menuju nol (ngenol) adalah belajar untuk tidak menanggapi walaupun melihat / mendengar / merasakan dan belajar untuk melepaskan nafsu keinginan du-niawi. Nol / Kosong Pikiran adalah tidak memikirkan hal-hal yang bersifat dunia agar bi-sa ketemu titik.

Marifat adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik ini sudah ber-fungsi. Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik tersebut da-pat mendayagunakan atom-atom hidup. Marifat Dari Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik tersebut dapat mendayagunakan atom-atom dari enersi yang maha gaib.

Ilmu bisa didapatkan dengan mengenolkan diri, tidak perlu serius, sambil bercanda (seolah tidak ada apa-apa padahal ada apa-apa, seolah ada apa-apa padahal tidak ada apa-apa).

Pengertian Ilmu Suhud.

Ilmu Suhud / Hakekat Ilmu Suhud adalah tanpa belajar bisa mendapatkan suatu daya / ilmu yaitu dengan membawakan sifat-sifat cinta kasih sehingga cakra-cakra ter-buka maka bisa menekan nafsu-nafsunya supaya turun dan bisa dikuasai, kemudian mematikan nafsu-nafsunya.

Pengertian mendapat Karomah.

Karomah adalah daya yang sifatnya dari ilmu. Jika orang berangan-angan ingin mendapatkan daya ilmu maka orang tersebut bisa dikatakan mendapatkan Karomah. Karomah merupakan hasil pengolahan pribadi.

Pengertian Paranormal.

Paranormal adalah sesorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakatzakatnya dari yang ke 1 s/d ke 3 (Badan dan Raga, Hati dan Budi, Nafsu).
2. Sudah dapat menggerakkan daya yang dimilikinya untuk mengadakan kontak de-ngan Alam Arwah, menerima dawuh-dawuh yang sifatnya untuk kebaikan.
3. Sikap-sikapnya menunjukkan tasawuf hidup tersebut dan sudah tidak didasar-kan atas nafsu dunia.
4. Mendapatkan daya-daya dari kekuatan-kekuatan yang sifatnya horizontal.
5. Dalam mengobati orang biasanya mengalami benturan karena dayanya bersifat horizontal.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Ucapan.

Pengertian Spiritual.

Spiritual adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakatzakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5 dan melaksanakan syarat-syarat sebagai Ahli Sorga.
2. Sudah dapat menerima spirit dari spirit Beliau-Beliau yang sudah berada di Alam Malakut (orang seperti ini disebut Inkarnasi).
3. Sudah mampu menggerakkan daya yang dimilikinya untuk memohonkan kepada Allah agar diberikan mukjizatNya guna menyembuhkan orang dari sakit atau keadaan yang sakit, juga menerima pesan dari
leluhur tentang suatu keadaan.
4. Mendapatkan daya dari kitab-kitab suci dengan mempelajari halhal yang ter-sirat di dalamnya.
5. Dalam mengobati orang tidak mengalami benturan karena dilakukan dengan cara menaikkan penyakitnya.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Cakra 13 sebagai motor / penggeraknya. Seorang spiritual harus banyak membaca buku-buku pengetahuan sebagai penambah pengetahuan ilmiah. Seorang spiritual mengharapkan agar (Topnya spiritual) bisa mendapatkan spirit dari Beliau-Beliau yang ada di sisi Allah karena Beliau-Beliau sudah mendapatkan energi dari Aku dan bisa mewujud.

Pengertian Manunggaling Kawulo Gusti.

Kodenya adalah angka 2.
Manunggaling Kawulo Gusti belum tentu dapat memancarkan Atman karena masih ada nafsu.
An Naas = manusia yang sudah Manunggaling Kawulo Gusti.
Is = manunggal, Lam = badan kita, Islam = Manunggaling Kawulo Gusti.

Pengertian Hakekat.

Hakekat adalah suatu keadaan dimana seseorang sangat merindukan untuk bertemu Tuhannya. Seseorang yang mendapat spirit dari Beliau dan dengan rasa sejatinya dapat menemukan Tuhannya dengan caranya sendiri. Untuk dapat bertemu dengan Tuhannya maka orang harus mencapai
makrifat.

Pengertian Makrifat.

Pondasi Makrifat adalah membawakan sifat utama Allah yaitu Pemurah, Pengasih dan Penyayang / Ar Rakhman Ar Rakhiim (= Cinta Kasih). Daya untuk menolong orang lain dengan pondasi Cinta Kasih adalah
dengan cara Makrifat, bukan dengan kekuatan fisik. Orang yang membawakan Cinta Kasih namun belum Makrifat adalah bagaikan orang yang lemah.
Makrifat adalah suatu kondisi berlandaskan agama (dengan pondasi cinta kasih) dimana paling minim (paling sedikit) sudah Manunggaling Kawulo Gusti berdaya untuk menolong orang lain dan cenderung
mencintai salah satu bidang yang termasuk dalam 7 bidang-bidang makrifat.
Makrifat adalah seseorang yang cenderung bersikap mencintai salah 1 bidang dari 7 Bidang Makrifat :
1. Ilmu dan Kebijaksanaan (Science and Wisdom).
2. Kebaikan.
3. Kebenaran.
4. Kelurusan di jalan Tuhan.
5. Keadilan di dalam Tuhan.
6. Kejujuran dan kesetiaan pada perkimpoian.
7. Ilmu-ilmu gaib dari Tuhan dan Kerajaan Allah.

Untuk masuk makrifat maka ia harus secara terus-menerus mengamalkan setiap satu bidang selama 1 tahun, 7 bidang berarti 7 tahun secara terus-menerus.

Jika seseorang telah menguasai salah satu bidang makrifat maka iapun dapat me-ngendalikan daya bidang tersebut. Sebagai contoh seseorang mencintai bidang ke 2 yaitu kebaikan, dimanapun ia bera-da selalu membawakan kebaikan, maka dapat memohonkan kepada Tuhan agar sekeli-lingnya menjadi bersikap baik juga sehingga dapat mengalahkan yang tidak baik.

Kita sedapat mungkin harus mencintai salah satu bidang makrifat dan mengusahakan agar daya yang dimiliki dapat menjadi kenyataan. Seorang sudah Makrifat sempurna bila sudah berhasil menguasai (bukan lagi mencin-tai) ke 7 bidang makrifat (sudah makrifat dalam 7 bidang). Ciri-ciri orang yang mencintai bidang-bidang Makrifat :
1. Orang yang mencintai bidang science and wisdom
2. Orang yang mencintai bidang kebenaran, bentuk mukanya bulat.
3. Orang yang mencintai bidang ilmu-ilmu gaib dari Kerajaan Allah.

Shadiqul Wa’d sudah manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat. Makrifat dalam pewayangan adalah tingkatan yang dimiliki oleh Satria (seperti Arjuna ).

Pengertian Makrifatullah.

Makrifatullah adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakatzakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5, melaksanakan syarat-syarat sebagai Ahli Sorga dan menguasai 7 bidang Makrifat serta
berhasil mematikan Nafsu Daging dan Nafsu Darahnya.
2. Sudah mampu menyentuh Zat Mutlak Allah (Titik Nol). Nol adalah suatu kode bahwa orang harus kosong, tidak memikirkan urusan-urusan dunia sehingga ia mampu menggerakkan Zat Mutlak Allah yang terdiri dari 6 jenis Atom Hidup. Atom-atom Hidup ada 6 macam :

a. Atom Hidup Energi. Yaitu energi dari alam sekitar : energi panas, bunyi, cahaya, medan lis-trik dan elektromagnetik.
b. Atom Hidup Roh. Yaitu dapat menggerakkan rohnya sendiri untuk mengadakan kontak dengan Alam Roh / Arwah.
c. Atom Hidup Tiap-tiap Kejadian. Yaitu dapat untuk mengetahui kejadian yang telah terjadi maupun yang akan terjadi dan dapat mengetahui yang terselubung serta dapat mewujud-kan kejadian (peristiwa).
d. Atom Hidup Hayat. Yaitu dapat memohonkan pada Tuhan hayat hidupnya atau citacita hidupnya (Doa).
e. Atom Hidup Pikiran. Yaitu jika memanfaatkan daya alam maka dapat menangkap / mengetahui dan mempengaruhi pikiran orang meskipun berada di tempat yang jauh.
f. Atom Hidup Mencapai Tujuan (Atom Tujuan). Yaitu untuk mencapai tujuan hidupnya. Makrifatullah adalah suatu keadaan dimana orang sudah menyatu denganZat Mutlak Allah dan bisa mendayagunakan pecahan dari Zat Mutlak Allah yang berupa Atom-Atom Hidup yang memenuhi atmosfir.

Alam dimana Zat Mutlak Allah berada disebut Alam Brahman. Wanita di dalam tingkatan spiritual tidak dapat mencapai tingkat Marifatullah, karena wanita di dalam hidupnya mendapatkan menstruasi (masih kotor). Nanti walaupun wanita sudah tidak mendapatkan menstruasi, tetap wanita tidak bisa mencapai tingkatan Marifatullah karena faktor umur sudah tidak sanggup mencapai tingkatan tersebut. Oleh karena itu maka tingkatan wanita di dalam kespiritualan yang paling tinggi berada pada tingkatan Hakekat.

Brahmana.

Brahmana adalah sebutan bagi orang yang telah mampu menyentuh zat mutlak Allah yang ada di alam Brahman atau dengan kata lain mampu mengadakan kontak dengan jiwa universil dari alam yang ada di atas.

ELMU KEBATINAN

Asal mula Kebatinan adalah dari mempelajari mimpi, dimana orang bisa bertemu le-luhur di dalam mimpinya. Lalu dipikirkan bagaimana bisa
bertemu leluhur tetapi dalam keadaan sadar, tidak tidur. Dari
berbagai upaya untuk mencapai hal ini maka timbullah yang disebut Kebatinan.

3.1 Pembagian / Penggolongan Elmu

A. Menurut bidang yang dipelajari :
a. Wedha Sasongko.
b. Cokro Manggilingan.
c. Taliroso Rosotali.
B. Menurut sumber dayanya / cara mendapatkan daya dari ilmu tersebut :
a. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme Priba-di).
b. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
c. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
d. Intuitie / Intuisi (Kebakatan) :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) :
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
2. Intuisi Wahyu.
3. Intuisi Qasaf.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus.
e. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa) = Menda-patkan kuasa dari Tuhan sendiri = Menerima Kebangkitan Roh Kristus :
1. Kuasa menyembuhkan.
a. Orang yang sakit.
b. Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.

C. Menurut cara bergeraknya daya dari ilmu tersebut dalam mencapai tujuan :
a. Ilmu Air
b. Ilmu Bambu Serumpun.
c. Ilmu .

D. Menurut tataran / tingkatan dari ilmu :
a. Tataran Ilmu Islam :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.

b. Tataran Ilmu Jawa :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
2. Urip Awor Gaib.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding = Hampribadi.
4. Mandireng Pribadi = Makrifat.
5. Menghayu Hayuning Bawono.

c. Jalan Allah :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
2. Marifat pada 7 bidang.
3. Marifatullah.
4. Marifat Dari Makrifatullah = Makrifating Makrifatullah.

d. Umum :
1. Paranormal.
2. Spiritual.
3. Makrifat.
4. Makrifatullah.

3.2 Pembagian Ilmu Menurut Bidangnya (Menurut Ajaran Jawa).
Pembagian ajaran menurut bidang yang dipelajari, dalam Ajaran Jawa adalah :

- Wedha Sasongko.
Menerangkan bagian-bagian manusia, isinya tentang Sangkan
Paraning Dumadi.Menjelaskan tentang Mokswa yaitu ilmu yang dapat
mengurai badan kasar kembali ke asal (bisa melepaskan semua ke asalnya : asal 5. unsur kembali ke 5 unsur, asal Allah kembali ke Allah) namun sewaktu-waktu beliau dapat hadir, ilmu ini dimiliki oleh The Great Master di Tibet dan juga Beliau-beliau : para raja, para wali, para pandito di tanah Jawa. Manusia merupakan Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit = Dunia Kecil) yang sempurna dari Macrocosmos (Jagad Ageng = Bawono Ageng = Dunia Besar), karena itu apa yang ada di Macrocosmos juga ada di Microcosmos. Matahari di badan manusia adanya di Cakra-Cakra karena daya dari cakra ti-dak ada yang bisa menghalangi, sama dengan cahaya matahari. Bulan di badan manusia adanya di …Dari ajaran ini maka anakkecil yang sakit dikompres di ubun-ubun, bukan di jantung. Catatan amal manusia ada di rohnya.

- Cokro Manggilingan.

Menerangkan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi miliknya la-gi. Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu. Kodenya : Roda — > Cokro. Dalam istilah Jawa : Ora ngudi keolah, ora nyuwun diparingi (tidak belajar ,malah terolah, tidak minta malah diberi).

- Taliroso Rosotali.
Ingin disempurnakan, dibentuk oleh Wahyu Cakraningrat.
Jadi Wahyu Cakraningrat itu bukan wahyu ratu / wahyu keprabon.
Sing waskito soko taliroso-rosotali (Orang menjadi waskita dari taliroso-rosotali), bisa ikut merasakan apa (penderitaan) yang dirasakan oleh orang lain / rakyat. Kodenya : Ros Bambu — > Taliroso. Dengan taliroso-rosotali orang bisa merasakan terlebih dahulu jika ada serangan gaib dari orang lain dan juga bisa mengetahui isi pusaka tanpa menghunus pusaka itu terlebih dahulu.

3.3 Pembagian Ilmu Gaib Berdasarkan Sumber Dayanya. Pembagian ilmu Gaib (berdasarkan sumber dayanya) :

A. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme Pribadi).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan pernafasan. Dengan ilmu ini bisa dipergunakan untuk :
- Melihat, mendengar, dan merasakan hal -hal yang sifatnya gaib serta berhu -bungan dengan Alam Roh.
- Menundukkan orang lain.
Dengan mengolah pernafasan kita bisa mengadakan kontak
maksimal dengan Alam Arwah Tingkat 4 (dengan Alam Malakut tidak bisa) dalam batasan mendengarkan pesan / dawuh.

B. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan mantra-mantra atau juga menarik daya kekuatan dari keramat. Pesan Wali Songo : Janganlah kita masuk ke dalam ilmu ini karena nantinya kita akan susah ditarik keluar dari ilmu ini.

C. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
Ilmu bergerak menurut will kita dengan menggunakan pernafasan.

Will bisa digabung dengan cakra 6 (daya cipta) dan cakra 4 (nur) maka akan menjadikan ilmu sihir yang hebat seperti memindahkan barang-barang dan lain-lainnya.Will adanya di Tulang Dada.

D. Intuitie / Intuisi (Kebakatan).
Ilmu ini didapat dari keturunan dan tidak dapat dengan sengaja untuk mempelajarinya.Macam-macam Intuisi :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) : Intuisi yang paling tinggi.
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh -dawuh. Merupakan daya puncak dari Atman.
2. Intuisi Wahyu : Tanpa disengaja nyeletuk/berbicara dan jadi/benar (bawah sadar)
3. Intuisi Qasaf : Kebakatan melihat dan mendengar yang gaib tanpa latihan.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus : Mendapatkan jalan keluar dari suatu persoalan.

Ilmu dari leluhur bisa menurun pada keturunannya, sehingga keturunannya tanpa belajar bisa mempunyai ilmu. Ini terjadi karena kita dibentuk oleh leluhur, atom-atom (termasuk ilmunya) diturunkan pada keturunan. Bentukan leluhur tidak mungkin bisa dilepaskan begitu saja. Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan :

- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi miliknya la-gi.Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu Tidak mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.

E. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa).
Mendapatkan kuasa dari Tuhan sendiri.Ilmu ini didapat dari jiwa yang mempunyai pengabdian terhadap sesama secara terus-menerus tanpa adanya pamrih. Mendapatkan daya Karunia Rohul Kudus Kuasa
disebut juga menerima Kebangkitan Roh Kristus, syaratnya menjadi abdi kemanusiaan (inilah top / puncak spiritual).
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa berupa :
1. Kuasa menyembuhkan.
- Kuasa menyembuhkan Orang yang sakit.

- Kuasa menyembuhkan Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
Karunia Rohul Kudus dibagi menjadi :
1. Karunia Rohul Kudus Kenyataan : – Hikmah.
- Perkataan Hikmah.
- Perkataan Marifat.
2. Karunia Rohul Kudus Ilham :
- Nurbuwat.
- Berbahasa Lidah.
- Mengartikan Bahasa Lidah.
3. Karunia Rohul Kudus Kuasa :
- Iman.
- Menyembuhkan :
* Orang yang sakit.
* Keadaan yang sakit.
- Mukjizat.

Dasar dari Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah pengorbanan dan
pengabdian. Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari Jantung dan Ulu Hati arahnya vertikal dengan daya Jantung lebih dulu / lebih tinggi untuk mencapai zat mutlak Allah, sedangkan daya Ulu Hati mengadakan dan mewujudkan sesuai dengan apa yang dimohonkan kemudian daya Jantung yang menghidupkan. Sifat daya Karunia Rohul Kudus Kuasa selalu vertikal dan turunnya berupa Mukjizat. Contohnya : Mukjizat Nabi Ibrahim dengan keluarnya air zam-zam. Orang yang menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya 1 orang pada 1 masa dan orang itu akan mendapatkan ujian dan cobaan sampai akhir hayatnya. Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung. Bisa untuk menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit akibat dari ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu. Gerak Kundalini bergabung dengan Kriyasakti menyatu dengan Nur Cahaya (Cakra 4) dan Atom Allah (Cakra 13) akan menciptakan daya :
1. Roh bisa lepas mencapai jangkauan yang jauh dan mempengaruhi scope luas.
2. Dapat melihat ke tempat yang jauh, peristiwa yang telah / akan terjadi.
3. Dapat mendengar suara / menerima pesan gaib.
4. Dapat memohonkan Mukjizat Allah dengan daya Roh Kudus Kuasa.
5. Daya ucapan perkataannya bersifat Kun Fa Yakuun (Apa yang terucap maka terjadi).

3.3.1 Perbedaan Antara Karunia Rohul Kudus Kuasa : Menyembuhkan
Dan Mukjizat. Perbedaan antara Karunia Rohul Kudus Kuasa
Menyembuhkan (Kun FaYakuun : Yaasiin) dengan Karunia Rohul Kudus Kuasa Mukjizat (Kun Fa Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :

3.3.1.1 Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan (Kun FaYakuun :Yaasiin) :
1. Kode : 001.100.
2. 0 = vertikal : mengabdi kepada Tuhan tanpa pamrih (Hablun Minan Allah)
0 = horizontal : mengabdi kepada sesama tanpa pamrih (Hablun Minan Naas)
1 = Dhat Allah bergerak vertikal ke atas bertemu Dhat Mutlak Allah, meyen-tuh lapisan yang diperlukan (Kun).
1 = Daya turun memancar dari Dhat Mutlak Allah.
0 = Turun ke Dhat Allah sesuai dengan apa yang dimohonkan. 0 = Nur Cahaya bergerak horizontal mewujudkan apa yang diniatkan (Fa Yakuun).
3.001 = Orang yang bisa membawakan ayat-ayat Surat Yaassiin secara Hablun Minan Allah dan Hablun Minan Naas akan mempunyai daya Kun Fa Yakuun (sudah mendapat salam dari Tuhan sendiri).100=Kuasa menyembuhkan.
3.3.1.2 Karunia Rohul Kudus Kuasa Mukjizat (Kun Fa Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :
1. Kode : 100.001
2.1 = Manusia yang sedang manunggal dengan Tuhan. 0 = Mempunyai kuasa atas segala kekuasaan.
0 = Mempunyai kuasa atas segala kekayaan.
0 = Nol vertikal.
0 = Nol horizontal.
1 = Beliau seperti Tuhan sendiri.
3.100 = Manusia yang sedang manunggal dengan Tuhan maka dia kuasa atas segala kekuasaan dan
kekayaan. = Kekuasaan yang dipaksakan akan habis dan kekayaan yang diperoleh de-ngan tidak halal
akan habis.

001 = Kuasa mukjizat ,Kode angka 001 = vertikal horizontal pasrah kepada Tuhan.
0 = mati nafsu daging.
0 = mati nafsu darah.
1 = Kebangkitan Kristus.

Kode angka 100 = bertemu dengan Khaliknya

3.4 Pembagian Ilmu Menurut Cara Bergeraknya Daya.
3.5 Pembagian Ilmu Menurut Tingkatannya / Tataran Ilmu. Ada beberapa versi dari tataran / tingkatan ilmu :

3.5.1 Tataran Ilmu Islam.

Dalam agama Islam tataran ilmu ada 5 :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.

3.5.2 Tataran Ilmu Jawa.

Dalam Ajaran Jawa tataran ilmu Jawa ada 5 :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
- Mayonggo Kresno (Bayangan orang berwarna hitam) : Jiwa masih belum puas terhadap dunia.
- Mayonggo Seto (Bayangan orang berwarna putih): Jiwa masih belum puas terhadap ilmu.
Mayang = bayang / bayangan, Nggo = Katon Onggo = wujud. Mayonggo = Mayang + Nggo = Mayang (bayang) wujud. Kresno = Hitam, Seto = putih.
Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut Gandrung. Orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat tinggi disebut Gandring. Orang yang merindukan pendekatan dengan Allah dan juga berikut amalannya maka disebut sedang Gandring.

2. Urip Awor Gaib.
Harus diperhatikan siapa yang mengendalikan / membisiki, bisa dari :
- Gaib Tuhan.
- Mahluk Halus.
Bisikan mahluk halus inilah yang dalam istilah Jawanya : Kerep ajak-ajak ora Perang Brotoyudo joyo binangun, yang berarti : sering mengajak untuk tidak memerangi hawa nafsu (= perang Brotoyudo =
melewati jembatan Shiraathal Mustaqiim) untuk mendapatkan kejayaan (Joyo Binangun) / keme-nangan (Surat Al Fat’h). Ini yang harus dilawan dengan Karno Tanding.

3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding = Hampribadi.
Karno = telinga, Tanding = melawan.
Yaitu melawan bisikan-bisikan mahluk halus lewat telinga yang Kerep ajak-ajak ora Perang Brotoyudo joyo binangun. Disini orang dilewatkan jembatan Shiraathal Mustaqiim (sesuai Surat Al Ma’ariij = Tangga-Tangga Untuk Naik) dimana yang dinaikkan adalah Dhat.

4. Mandireng Pribadi = Makrifat (dalam bidang apa). (Pangruwating Diyu (meruwat darah sendiri)).

5. Menghayu Hayuning Bawono. (Mengorbankan kepentingan diri-sendiri untuk orang banyak (harus didasari oleh pengabdian yang tulus ikhlas)).

3.5.3 Jalan Allah.

Jalan Allah itu :
1. Manunggaling Kawulo Gusti. Kodenya adalah angka 2.
2. Marifat pada 7 bidang, maksudnya cenderung mencintai ketujuh bidang terse-but.
3. Marifatullah, maksudnya sudah bisa mendayagunakan (bukan mencintai lagi) ketujuh bidang marifat tersebut. Bila manusia sudah manunggal dengan dengan dhatullah ia bisa manunggal dengan alam semesta artinya manunggal dengan atom-atom dari zat mutlak Allah maka manusia itu sama dengan Batoro Wisnu. Batoro Wisnu adalah keadaan manunggal dengan zat mutlak Allah plus dapat mendayagunakan atom-atom hidup yang ada di alam / udara ini. Wisnu itu apa yang diucapkan jika sifatnya positif akan jadi, syaratnya orangnya harus tidak emosi (sabar). Di dalam sejarah yang sudah Nunggal adalah Prabu Erlangga dan Prabu Hayam Wuruk.Kode Marifatullah adalah angka 0 (nol).
4. Lebih tinggi dari Marifatullah yaitu sudah bisa mendayagunakan atom-atom hidup yang ada di udara ini dengan menggerakkan atom yang maha ghaib yang ada pada badan manusia Itu sendiri. Bila sudah berhasil mendayagunakan atom dari Energi Yang Maha Gaib maka dapat disebut Marifat Dari Makrifatullah (Makrifating Makrifatullah) dan sebagai Mandataris Tuhan sendiri.

Bila manusia sudah manunggal dengan atom yang maha gaib maka manusia itu lebih tinggi dari Batoro, itulah Beliau Wali Ke X (Ingkang Kaping Sedoso). Kodenya adalah Salib (Orang digerakkan dalam Cross Position) karena menandakan Kebangkitan dan menyatunya prana udara dan prana bumi berikut atom Energi Yang Maha Gaib yang ada pada manusia. Prana Sakti adalah gabungan daya prana udara dan bumi dengan daya Cakra 13. Prana Yama (Tinarbuko) adalah orang mengalami Kebangkitan Kristus / Kebangkitan Roh Allah / Kebangkitan Sang Hyang Nur Cahyo dengan mematikan nafsu daging dan nafsu

sedangkan di AlKitab dengan ayat : Yesus bangkit di antara orang mati (mati nafsu daging dan nafsu darahnya). Sang Hyang Nur Cahyo = Nur Illahi = Allah sendiri. Tuhan memberikan Kesanggupan kepada setiap orang asalkan manusianya mau memenuhi persyaratannya. Syarat untuk mendapatkan Kebangkitan Roh Kristus adalah menjadi Abdi Kemanusiaan dan inilah topnya spiritual. Para pertapa bisa mematikan nafsu daging tetapi dia tidak bisa mengabdikan diri untuk umat manusia, oleh karena itu para pertapa itu tidak mendapat Kebangkitan Kristus. Dengan mendapat Kebangkitan Roh Kristus maka akan mempunyai daya Karunia Rohul Kudus Kuasa. Kodenya adalah angka 10 artinya Tuhan
sendiri turun. Wali Nunggal itu adalah yang disebut keseluruhan badannya bagaikan Tuhan sendiri yang menampakkan dirinya :
- Badan di dalam manusia ini adalah ayat-ayat dari Kitab-Kitab Suci.
- Tangannya adalah bagaikan tangan Tuhan.
- Dengan segala actionnya tidak perlu dengan ucapan / membaca doa.
- Diibaratkan Atom-Atom Hidup sebagai pecahan dari Zat Mutlak Allah sudah menempel di dalam badannya. Manusia ini punya daya :
- Dapat membuat tanah tandus menjadi subur (daya Dhat, Nur dan Otak Bu-dhi).
- Dapat membuat orang manusia yang sudah meninggal hidup kembali (daya Dhat dan Nur).
- Dapat meyembuhkan orang sakit tanpa perlu dia hadir di tempat itu.dengan cara mengaktifkan atom-atom hidup yang ada di udara dan tanah. Syaratnya manusia tersebut harus punya rasa pengabdian dan kemanusiaan. Semboyannya :
- Untukku Tuhan Maha Tahu tetapi untuk mereka yang belum tahu perlu aku mohonkan kepada Tuhan untuk mereka. – Vertikal : pasrah kepada Allah dan horizontal :
mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain (Hablun Minan Allah Wal Hablun Minan Naas).Bila kita dapat membangkitkan keikhlasan / kepasrahan di dalam kehidupan maka yang didapat adalah suatu daya yang dahsyat.

3.6 Mendem Jero Mikul Duwur.
Mendem Jero Mikul Duwur artinya semua penderitaan, hinaan, usaha / ikhtiar dan sebagainya tidak pernah diceritakan / dinilai / dihitung-hitung kepada orang lain (mendem jero) dan berupaya mengangkat kehidupan keluarga, orang lain, bangsa, rakyat, umat manusia untuk bisa mentas /
terangkat dalam kehidupan dunia dan akhirat (mikul duwur), misalnya memajukan rakyat menjadi pandai seperti jasa-jasa Bung Karno kepada rakyat.

3.7 Anak Yang Soleh.
Hanya Anak Soleh yang bisa mengangkat orang tuanya / leluhurnya sendiri di surga dengan amal perbuatan yang baik / cinta kasih terhadap orang lain.Ciri-ciri dari Anak Soleh adalah dia harus bisa atau sudah pernah mengorbankan kepentingan hidupnya untuk menolong orang lain, dan dia tidak pernah menceritakan kepada siapapun dan juga tidak pernah mengungkit.Para Leluhur itu tidak ada permintaan apa-apa selain mengharapkan agar anak cucunya yang masih hidup dapat melaksanakan amalperbuatan, cinta kasih, dan ber-budi luhur selama di dunia agar nantinya Beliau juga bisa naik peringkat.

3.8 Ahli Surga.
Ciri-ciri Ahli Surga :
1. Tidak mempunyai rasa iri apalagi dengki terhadap orang lain.
2. Tidak membicarakan kekurangan apalagi kejelekan orang lain terutama sifat negatifnya.
3. Selalu bersedekah — > walau kecil tetapi selalu setiap hari.
4. Selalu membantu orang lain — > walau tidak materi, tenaga / pikiran juga bisa.
5. Tidak pernah mengeluh –> semua diterima dengan ikhlas.
Ciri-ciri Anak Yang Soleh adalah sama dengan ciri-ciri Ahli Surga.

3.9 Tasawuf Hidup.
Tasawuf Hidup adalah melakukan tapa tetapi tidak menyendiri (tidak perlu masuk hutan atau goa) dimana manusia di dalam melakukannya tidak meninggalkan kodrat manusianya untuk mencari nafkah, tetap melakukan aktifitas pekerjaannya secara normal. Tidak terlihat secara fisik bahwa ia sedang menjalankan tapa, yang membedakan adalah amal dan perbuatannya yatu dengan membawakan cinta kasih sehingga nafsu dirinya bisa dikuasai.Jika seseorang melakukan Tasauf Kehidupan secara benar maka ia sudah memasuki Ilmu Suhud dan ini terlihat dari amal perbuatannya.

Tetapi di dalam kehidupan bermasyarakat orang seperti ini seingkali mendapat celaan karena hampir
tidak pernah terlihat menjalankan kewajiban agamanya, misalnya Shalat karena bagi dia yang terpenting adalah melakukan cinta kasih dan menguasai nafsu dirinya. Shalat sendiri bertujuan agar orang tidak sempat berbuat negatif dan selalu ingat kepada Allah dengan cara membuat waktu antar shalat sempit
/ pendek selang waktu-nya. Jadi sebenarnya tujuan Shalat sama dengan tujuan Tasauf Kehidupan yaitu selalu berfikiran dan berbuat yang positif. Orang yang melakukan Tasauf Kehidupan akan membawakan cinta kasih dan menguasai nafsu dirinya, ini berarti ia selalu berfikiran positif dan dengan amal perbuatannya ia menjadi berharga di mata Allah. Salah satu tasawuf hidup adalah Tapaning Ngahurip.

3.10 Tapaning Ngahurip.
Tapaning Ngahurip merupakan langkah awal untuk dapat menggerakkan daya-daya yang ada pada manusia bagi kebaikan.Perincian Tapaning Ngahurip / Bertapanya orang hidup / Tasawuf Hidup termasuk zakat yang harus dilaksanakan :
1. Tapaning Badan Rogo. Zakatnya :
1. Anorogo : Memelihara dan menjaga dirinya agar selalu simpatik dimanapun berada, di depan siapapun dan selalu membawakan sikap kepribadian yang ramah kepada semua orang.
2. Ulah Pedamelan Sae : Melaksanakan pekerjaan dengan baik dan jujur, mengerjakan segala sesuatu dengan sebaik mungkin dan mengupayakan supaya hasilnya membawa kebaikan bagi banyak orang.

2. Tapaning Manah Lan Budi.
Zakatnya :
1. Nrimo : Bisa menerima segala cobaan dan nikmat Allah dalam keadaan apapun dengan tidak mengeluh atau menyesali suatu keadaan dirinya. Dalam peristiwa yang menyenangkan atau dalam kondisi sulit selalu mengingat dan bersyukur atas apa yang diberikan Allah.
2. Sabar Lan Binangun / Sabar Ing Coba Lan Bilahi: Bersabar menerima cobaan dan musibah yaitu dalam menghadapi setiap peristiwa kehidupan selalu mengambil makna yang positif, sehingga suatu kesedihan / kesusahan bukanlah hal yang harus selalu disesali secara berlebihan atau menjadi putus asa.

3. Tapaning Nafsu.
Zakatnya :
1. Ikhlas : Memiliki hati yang ikhlas di dalam setiap amal perbuatannya. Semboyannya : Do It And Forget It (Berbuat kebaikan / beramal dan tidak mengingat-ingat / tidak pamrih).
2. Ngapunten Dateng Kalepatan : Harus bisa jadi pemaaf terhadap kesalahan orang lain karena Tuhan itu maha pengampun. Minta maaf kepada orang tua.

4. Tapaning Nyowo.
Zakatnya :
1. Tememen : Pegang teguh amanah, selalu tertib, disiplin dan memperlihatkan sikap sungguh-sungguh.
2. Ora Dahweni Munosiko : Tidak membicarakan orang lain dan tidak diperbolehkan menyakiti/menyiksa batin / badan, baik dirinya sendiri dan terlebih Orang lain.

5. Tapaning Rakhsa. –> Roso Sejati.
Zakatnya :
1. Anelongso : Selalu merindukan kedekatan kepada Allah dengan trenyuh.
2. Meneng : Tidak menanggapi / memberikan komentar atas segala persoalan /pernyata-an / perkataan orang lain dengan emosi.
3. Ambek Utomo : Lebih dulu mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri.
Pada umumnya ada yang berpendapat untuk Tapaning Alas Ketonggo namun tidak mengetahui maksud dan arti yang lebih luas dari kata “Tapaning Alas Ketonggo”. Tapaning Alas Ketonggo pengertiannya adalah tapa di katon onggo. Jadi pengertian dari Tapaning Alas Ketonggo sama dengan pengertian dari “Tapaning Ngaurip”.

Beberapa tapa yang salah pengertian :
- Tapa Ning Alas Ketonggo (Bertapa di hutan Ketonggo). Pengertian yang lebih luas adalah Tapa Ning Katon Onggo (Bertapa di badan yang kelihatan) yaitu Tapa Ning Nga Hurip.
- Tapa Ngemis (Bertapa dengan menjadi pengemis yang meminta-minta). Pengertian yang lebih luas adalah ngemis atau minta welas asih Tuhan dengan membawakan pemurah, pengasih dan penyayang (Cinta Kasih) untuk bertemu dengan Tuhan agar bisa berdialog dengan Tuhan, minta cinta kasih supaya diberi. Dalam ngemis itu batin seseorang menangisi, meratapi kedekatan Allah (Tuhan tidak bisa didekati dengan kesenangan melainkan harus diratapi kedekatannya).
- Bertapa menyepi di goa-goa / hutan-hutan. Dengan tapa ini bisa mematikan nafsu darah tetapi tidak bisa mendapatkan Kebangkitan Kristus karena tidak bisa menjadi Abdi Kemanusiaan.
- Tapa Manglantur.
Yaitu bertapa tidak makan tidak minum sehingga berubah menjadi badan etheris. Untuk meluhurkan nafsu terhadap makanan bukan dengan tidak makan tidak minum tetapi dengan tidak mengikatkan diri kepada makanan tertentu, asalkan makanan itu sehat kita makan, t idak harus jenis makanan tertentu saja.Siapa yang berhasil lulus dari Tapaning Ngaurip maka akan mendapatkan firasat atau roso yang
tajam terhadap getaran atau daya yang ada di sekitarnya.

3.11 Melek / Manter.
Jika kita bisa tidak tidur (melek / manter) dari jam 0.00 sampai subuh maka itu sama dengan melakoni / melakukan Tapaning Ngahurip.Dengan melek itu kita bisa mendapatkan jalan keluar sehingga seluruh persoalan keluarga bisa diatasi. Doa orang Jawa pada saat kesusahan : Duh Gusti, Dosa Menopo Tasih Melepet Dateng Kawulo, Kok Taseh Pinaringan / Pikantuk Ujian Lan Coba Dateng Kawulo Koyo Meniko (Ya Tuhan, dosa apa yang masih melekat pada hamba, sehingga masih mendapatkan cobaan pada
hamba seperti ini). Kabegjan yang sebenarnya adalah mendapatkan wejangan : ilmu untuk hidup, bukan dilihat dari rejeki sifat duniawi. Lambangnya Nabi Isa adalah will / cita-cita / kareb / kemauan.

Dalam melek itu willnya harus kuat, baru bisa membuka jalan. Will adanya di tulang dada, motornya Nur. Yang ingin menjadikan sesuatu itu wujud / tercapai adalah kareb / will yang membuka jalan.
Kareb/Will harus mantap, selama will kita lurus di jalan Tuhan pasti Allah akan mengabulkan cita-cita kita (bila orang mempunyai kemauan maka akan ada hasil). Mulane nek kowe nduwe kareb kudu sing mantep (Karena itu jika kamu punya niat harus yang mantap). Cita-cita jangan pagi-sore, harus mantep dalam panyuwune / permohonannya. Di dalam menjalani hidup dan tafakur / manter (Kang Jumeneng -aken Roso Sejati = mendudukkan rahsa di singgasananya) yang penting adalah :
- Mantep ing pikir.
- Mantep ing batin.
- Mantep ing karep (will).

Dengan kita melek adalah belajar untuk mendapatkan daya di bawah sadar. Dengan melek itu diharapkan agar bisa berlaku : Aku Ora Ono, Sing Ono Sing Nyipta-ake Aku (aku tidak ada, yang ada yang menciptakan aku), agar nantinya bisa berdialog dengan Tuhan.
Pada tingkat pertama : Manunggaling Kawulo Gusti.
Tingkatan kedua : Gusti Manunggal Karo Zat Mutlak Allah.

Istilah diam dari jam 0.00 sampai beduk subuh disebut Semar Maneges (Semar Berdiam Diri). Maneges Marang Gusti artinya berdialog dengan Tuhan. Orang yang kuat di dalam Maneges akan punya daya kuat Angkat Junjung. Dengan melek kita bisa merasakan perubahan getaran yang turun pada malam hari dalam selang waktu : jam 0 s/d 1, jam 1 s/d 2, jam 2 s/d 4, jam 4 s/d 6. Perubahan / perbedaan ini bias dirasakan dengan menghidupkan roso. Mengetahui Sejatining Kahanan dengan roso sejati.MenurutAjaran Wali Songo tiap-tiap selang waktu tadi adalah saat yang paling baik untuk suatu hal (tiap selang waktu berbeda-beda halnya). Misalnya selang waktu jam 2 s/d 4 paling baik untuk berdoa (Shalat Tahajud). Untuk dapat mengetahui pribadi kita sendiri maka lakunya Bertafakur (seperti tidur akan tetapi kita masih sadar). Dalam Pepatah Jawa : Sak Jerone Ngaliyep Ketemu Ning Pribadine atau Sak Jerone Ngaliyep Ing Kono Jumuduling Pribadine (dalam keadaan seperti tidur tetapi masih sadar (Ngaliyep) disitulah muncul/ bangun pribadinya).

Manusia. Alam Gaib dan Mahluk Gaib

Manusia : Penciptaan Dan Hidupnya.
Manusia merupakan :
1. Ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara semua mahluk.
2. Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit) yang sempurna dari Macrocosmos Jagad Ageng = Bawono Ageng).
3. Kerajaan Allah dalam bentuk kecil.
4. Perwujudan dari keindahan Tuhan yang sangat indah.
5. Kalifah Tuhan yang Kuasa (sebagai Utusan) tetapi tidak Maha Kuasa (bukan Tuhan).

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena Tuhan berkata : “Aku berikan segalanya kepada manusia”.
Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia. Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.

(Al Kitab, Kejadian 1: 26-27b, 2 : 7)

Bahwa pada awalnya dunia ini kosong lalu Allah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, membuktikan bahwa Allah Maha Besar dan Maha Kuasa.
Semua itu dapat tercipta dari daya cipta Tuhan sendiri atau sifat Allah sendiri yang Pemurah, Pengasih lagi Penyayang (Ar Rakhman Ar Rakhiim). Manusia adalah ciptaan Tuhan Allah yang paling sempurna karena Allah menciptakan manusia menurut gambarNya dan manusia ditempatkan untuk berkuasa atas seluruh bumi dan isinya. Manusia terbentuk dari debu tanah yang kemudian menjadi daging dan darah, sedangkan nafas kehidupan yang dihembuskan Allah menjadi Roh dalam tubuh manusia. Daging bias hancur dan kembali ke asalnya menjadi debu tanah ketika manusia itu mati dan dikuburkan, tetapi roh tetap ada dan kembali kepada yang menghembuskan-nya yaitu Allah.

Manusia diciptakan menurut gambar Allah mempunyai makna bahwa manusia dikaruniai daya cipta seperti Allah. Karena manusia mewarisi sifat Allah Yang Maha Pencipta maka dengan Daya Ciptanya dan kekuatan Roh Allah di dalam manusia, ia dapat men-ciptakan segala sesuatu dan dapat terwujud. Semua itu dapat terjadi karena pada dasarnya manusia dibekali oleh Tuhan dengan 5 macam zat yang daya-dayanya dapat digerakkan sebagai daya spiritual. Daya-daya dari zat-zat ini secara spiritual akan memancar dari ke 13 Cakra yang ada pada badan manusia. Ke 5 daya tersebut dapat digerakkan sesuai sifatnya dengan syarat manusia tersebut harus membawakan sifat Allah yang Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Dari sini juga awal dari perkataan Kun Fa Yakuun yang artinya yang terucap maka jadi dan wujud. Daya cipta inilah hal yang paling menonjol diwariskan oleh Allah kepada manusia, oleh karena itu jika menggunakan daya ciptanya manusia jangan lupa kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Sayangnya manusia seringkali mempergunakan daya ciptanya untuk hal-hal negatif yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Hal- hal negatif tersebut terbentuk karena manusia dibekali Nafsu Daging dan Nafsu Darah. Nafsu- nafsu dasar manusia jika diuraikan contohnya akan terlihat lebih dari 100 macam nafsu. Dengan penggerak motor nafsunya manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di mata Allah. Tindakan negatif yang sering dilakukan :

1. Kejahatan fisik yang nyata :
- Membunuh.
- Mencuri.
- Menipu.
- Memfitnah.
- Dan lain sebagainya.

2. Kejahatan gaib yang tidak tampak secara nyata :
- Melakukan wirid horizontal yaitu mempergunakan ayat-ayat suci Al Kitab yang diarahkan langsung kepada orang yang dituju agar tujuan nafsu pribadinya dapat terwujud. Padahal Firman Allah itu diturunkan kepada manusia dengan tujuan untuk kebaikan.
- Menggerakkan roh halus / melakukan praktek dukun / meminta
kepada dukun untuk berbuat sesuai dengan nafsu dunia dengan cara menggunakan daya cipta pikirannya dan membacakan mantra-mantra untuk menggerakkan roh halus agar tujuan nafsu pribadinya terwujud.
Roh halus adalah roh-roh yang bergentayangan di bawah atau yang disebut alam roh dan sering ter-lihat oleh manusia.
- Ilmu Black Magic atau sihir yaitu menggunakan kekuatan Nur (Roh Allah) dan Daya Cipta fikirannya ditambah dengan mantra-mantra agar tujuan nafsu pribadinya terwujud.

Semua tindakan tadi merupakan sebagian kecil contoh dari tindakan negatif manusia yang dapat mengakibatkan sakit pada orang yang melakukannya dan jika orang yang dituju tidak mempunyai bentengan iman yang kuat maka dapat berakibat fatal. Orang yang melakukan tindakan tadi juga akan menerima hukumannya dari Tuhan sebagai akibat dari tindakannya itu. Hidup dikuasai nafsu berarti hidup dikuasai dosa dan upah dosa adalah maut atau kebinasaan, kondisi jiwanya tidak tenang, selalu tidak puas dan suasana hati selalu panas. Allah mengajarkan kepada kita agar dalam hidup selalu membawakan cinta kasih, menjaga keluhuran budi dan dan kelurusan di jalan Allah; agar kita terhindar dari dosa dan maut.
Membawakan Cinta Kasih akan menjadikan keindahan di dalam hidup ini. Dengan membawakan Cinta Kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang) maka kau akan bertemu dengan Aku (sabda Allah). Kalau kau bisa mengikuti jejakKu maka kau bisa merasakan keindahanKu. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda maka bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan ujian yang berat.

2.2 Atom Allah Pada Manusia.

Atom Allah yang ada pada manusia walaupun hanya sebesar biji sesawi (kecil seka-li) tetapi tidak ada yang bisa menyamai, dalam istilah Jawa : Sak Merico Binubut Gumilang Tan Keno Kinoyo Ngopo (dihaluskan seperti merica / lada tetap cemerlang tidak bisa dibandingkan dengan apapun). Kitab Suci adalah bimbingan / pimpinan hidup untuk mencari si pemimpin hidup yang sebenarnya. Yang dicari dalam Kitab -Kitab Suci adalah mencari Tuhan dalam diri manusia (Sejatining Sun Yo Sejatining Siro = Sejatinya Aku adalah juga sejatimu).Dengan bimbingan kitab suci manusia berupaya untuk mendudukkan rahsa (sebagai tahap awal dari Atom Allah) di singgasananya (Kang Jumenengaken Roso Sejati) supaya Tinarbuko (berfungsi secara spiritual). Atom Allah yang ada di jantung manusia dengan bimbingan kitab suci diharapkan berkembang dalam tahapan = Perkembangan Atom Allah :
1. Rohso — > roso sejati.
2. Dhatullah / Dhat Allah — > mengingatkan.
3. Gusti / Kristus –> mulai duduk di singgasana.
4. Rasulullah / Muhammad / Utusan –> sebagai utusan, mendapat kuasa dari Tu-han.
5. Tuhan sendiri / Aku — > pemilik 99 nama (sifat) Allah / yang menghidupkan dan mematikan, yang awal dan akhir.

Aku adalah bagaikan Gaib Allah sendiri dipercayakan kepada orang itu sendiri, ucapanNya bagaikan ucapan Allah sendiri. Dalam istilah Jawa : Kasebat Aku Tanpo Aran (Disebut sebagai Aku tapi sebe-narnya tanpa nama). Yang dimaksud dengan Aku adalah nama yang ke 100 dari zat mutlak yaitu pemilik dari ke 99 nama (= asma = sifat) Allah (Asma’ul Husna).

Kita bisa memakai kekuatan berdasarkan 99 nama tersebut tetapi Aku (yang ke 100) bisa menghapuskan kekuatan itu bila disalahgunakan karena kita bukan pemilik dari asma / sifat tersebut. Di dalam Al Kitab
ada dalam ayat : “Aku adalah Aku, Aku ada dimana-mana, Aku adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir, yang menghidupkan dan yang mematikan, Aku akan datang sebagai manusia untuk menghakimi”. Yang menghidupkan asma-asma Allah adalah Atom Aku. Yang menghembuskan nafas hidup (Roh Allah) kepada manusia adalah Aku.

Guru Mursyid dan Kawulo Gusti belum Khalik tetapi Utusan sudah Khalik.Jarang orang yang sanggup sampai pada Aku, tetapi takut kepada Allah sudah cukup. Jika Atom Allah sudah Tinarbuko (berfungsi secara spiritual) maka akan menarik / menimbulkan kerinduan kepada Atom-Atom Allah yang ada pada orang-orang lain, sehingga berlaku dalam istilah Kejawen :

Opo sing ono nang siro yo ono nang ingsun.
Sing ono nang ingsun yo ono nang siro. Sing ono nang ingsun sampun tinarbuko. Sing ono nang siro yo kepingin tinarbuko.
Supoyo besok nek wis ditimbali, kepingin nang sisih Allah. (Apa yang ada di Anda juga ada pada Saya).
(Yang ada di Saya juga ada pada Anda).
(Yang ada di Saya sudah terbuka).
(Yang ada di Anda juga berkeinginan untuk terbuka).
(Supaya nantinya jika sudah kembali, ingin berada di sisi Tuhan).

Shadiqul Wa’d adalah sifat Atom Allah yang ada pada manusia yaitu yang tidak pernah ingkar dan selalu menepati janji. Shadiqul Wa’d sudah manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat. Shadiqul Wa’d bicara bila orang sudah menjadi Muhammad, sudah menjadi Utusan. Pangeran artinya Pangengeran yaitu tempat rakyat bisa mengengerkan dirinya (tempat rakyat untuk bertanya / meminta petunjuk dan menggali ilmu). Setiap manusia mengengerkan dirinya pada Atom Allahnya yang sudah berfungsi secara spiritual (Shadiqul Wa’d = Tesing Gusti).

2.3 Bagian-Bagian Otak.

Otak (Singgasana Batara Guru) masih bisa dipakai untuk tujuan negatif (masih ada Betari Durga).Otak adalah Pusat Energi manusia. Bagian-bagian otak adalah :
1. Otak Depan –> Otak Budhi.
2. Otak Kiri & Kanan –> Otak Keseimbangan / Nafsu.
3. Otak Bagian Tengah — > Otak Intuisi : Menerima energi dari Allah yang dise-but Intuisi –> Tahta Allah.
4. Otak Bagian Belakang Bawah — > Otak Kesadaran (Otak Kecil).
5. Otak Bagian Belakang Atas –> Otak Ingatan.

2.4 Bagian Badan / Zat Manusia.

Bagian badan atau zat pada manusia terdiri dari :
1. Badan Wadag (daging). 1. Badan Wadag (daging).
2. Badan Etheris (Etheric Double). 2. Badan Etheris (Etheric Double).
3. Badan Rokhani / Jiwa : 3. Kulit.
1. Kulit. 4.Kulit ari.
2. Kulit ari. 5. Badan Astral.
3. Rokh : 6.Badan Suksma.
1. Badan Astral. 7. Suksma.
2. Nyowo :1. Badan Suksma.
2. Suksma.

Suksma adanya di Otak / Kepala bagian tengah atas (Cakra 7), bisa
membuat orang berfikir dan berbicara. Suksma hanya dimiliki oleh manusia, hewan tidak punya Suksma (ini perbedaan antara hewan dan manusia). Kebanyakan orang mengatakan bahwa dengan ilmu Hangrogoh Sukmo (= Ngrogoh Suksmo) bisa melepas Suksmo dari badan sehingga menjadi tidak kelihatan tetapi ini tidak benar, karena tidak semudah itu untuk melepas
Suksmo. Jika bagian-bagian badan manusia tadi lepas dari tubuh maka terjadi : – Suksmo meliputi seluruh roh (badan) sehingga –> Tidak kelihatan (ilmu Hangrogoh Sukmo = Ngrogoh Suksmo).
- Etheric Double lepas dari tubuh — > Bisa wujud (lengkap dengan pakaian), te-tapi tidak bisa (diajak) berbicara.
- Badan Astral dengan Kulit Ari –> Bisa wujud, tetapi tidak bisa (diajak) berbicara.
- Suksma dengan Badan Astral dengan Kulit Ari –> Bisa wujud dan bisa (diajak) berbicara.
- Suksma dengan Badan Suksma lepas dari tubuh –> Mokswa. – Suksma dibungkus dengan Badan Suksma –> sama dengan Malaikat Pemberi Spirit.
- Bayu dilepas dengan Suksma –> Ada suara tapi tak ada bentuk (Ono Suoro Tanpo Rupo).

Beberapa contoh penglihatan gaib / penampakan :
- Peristiwa mengenai dilihatnya Ahmad Yani dengan berlumuran darah oleh ibunya saat di kamar mandi, itu adalah Etheric Double dari Ahmad Yani yang lepas dari tubuhnya. Bisa juga dari Ahmad Yani yang terdiri dari Badan Astral di bungkus oleh Ku-lit Ari.
- Peristiwa Bung Karno ada di kapal namun orang melihat Beliau sedang pidato di lapangan itu merupakan tanda Beliau dibantu Roh Penjaga Alam.
- Bila kita menemukan bahwa kita berhadapan dengan diri kita sendiri maka se-baiknya ditanyakan apakah dia dari badan kita (bayangan = mayonggo) atau dia adalah Roh Penjaga Alam karena Roh Penjaga Alam bentuk badan dan mukanya mi-rip sekali dengan kita.
- Bila ada bentuk semacam leak, pocongan dan sebagainya maka itu bisa dari roh-roh halus namun bisa juga hasil dari daya cipta manusia (mahluk prayang-an).

2.5 Nafsu-Nafsu Manusia.

Nafsu -nafsu yang harus dimatikan (diperangi dengan Jihad) :
1. Nafsu syahwat.
2. Nafsu ingin memiliki segala-galanya.
3. Nafsu kesenangan hura-hura.
4. Nafsu kepentingan pribadi.
Nafsu -nafsu yang harus diluhurkan (jangan dimatikan) — > sedulur papat :

1. Nafsu Amarah.
Emosi, dendam, keinginan terhadap sesuatu yang tidak tercapai. Meluapkan emosi yang tidak terkendali sehingga dapat mengakibatkan sesuatu yang buruk terjadi. Sebagai contoh :
- Memarahi orang dengan kata -kata kasar tanpa kejelasan penyebabnya.
- Iri hati, dengki, menyimpan dendam. – Menghina / menghujat orang lain.
Sifat positif : Merupakan daya kemauan manusia.

2. Nafsu Haluamah.
Mencari kesenangan lahiriah sehingga melupakan Tuhan atau disebut juga Nafsu Dunia.
Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan perbuatan terhadap nafsu duniawinya
Sebagai contoh :
- Mencari nafkah sampai melupakan Tuhan. – Menilai segala sesuatu dari segi materi. – Serakah, kikir, tamak,korupsi.
- Membanggakan kecantikan fisik. Sifat positif : Membangun badan (lahiriah).

3. Nafsu Sufiah.
Nafsu untuk mencari kesenangan batin atau disebut juga Nafsu Batin. Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan Perbuatan terhadap nafsu batinnya. Sebagai contoh :
- Senang berjudi, mabuk, berzina.
- Bersukaria melihat penderitaan orang lain.
Sifat positif : Merupakan keinginan, kekuatan, mendekatkan hati pada sesuatu.

4. Nafsu Mutmainah.
Berbuat sesuatu dengan pamrih, mencari popularitas. Sifat sudah putih namun masih ada keinginan untuk pamer. Sebagai contoh :
- Memberi bantuan supaya dipuji.
- Melakukan sholat supaya dipuji.
- Mengharapkan balasan / imbalan jika menolong orang.
Sifat positif : Merenung, mendekat pada Tuhan.Nafsu-nafsu ini jangan dimatikan tetapi harus diluhurkan / Pancer (Sedulur Papat Limo Pancer = Saudara Empat Lima Pancar) karena bila dimatikan maka manusia tidak punya spirit for life.
Spirit for life merupakan obyek Tenung. Tenung itu berat, kalau tidak ada spirit for life berbahaya untuk orang itu karena orang akan menjadi Mati Sajroning Urip (Mati dalam hidup). Tenung berbahaya karena tidak kelihatan tetapi menentukan. Termasuk Nafsu Daging / Nafsu Makanan : amarah. Termasuk
Nafsu Darah / Nafsu Keinginan : keserakahan, nafsu balas dendam, ilmunya untuk negatif.

Termasuk Nafsu Perut : nafsu syahwat, nafsu makanan. Mati Nafsu Daging itu sudah tidak ada nafsu keinginan duniawi. Mati Nafsu Darah itu sudah tidak ada keinginan akan suatu makanan tertentu.
Matinya Nafsu darah akan membuat orang punya daya Kuat Angkat Junjung Drjad (bisa mengangkat manusia dari kegelapan).

Tuhan kecil — > membuat nafsu menjadi dayanya –> daya mistik. Tapa Babakan Hawa Songo : menjaga 10 tempat keluarnya nafsu (apa apa yang mem-bangkitkan nafsu lewat 10 tempat jangan diindra). –> Jika dilatih maka maksudnya adalah untuk bertemu dengan Tuhannya. Tempat-tempat nafsu yang harus diperhatikan :

1. Hidung.
2. Mulut.
3. Mata.
4. Kuping.
5. Tenggorokan.
6. Ulu hati.
7. Pusar.
8. Di bawah pusar.
9. Dekat dubur.
10. Kepala.
Antara 1 – 4 harus benar -benar dijaga.

2.6 Zat-Zat Pemberian Allah Kepada Manusia.

Zat -zat pemberian Allah pada manusia yang dayanya dapat digerakkan sebagai daya spiritual adalah :

1. Astral Magnetisme.
Zat yang mempunyai magnet yang berhubungan dengan daya Alam Astral yang dapat membuat manusia masuk ke Alam Astral (Alam Gaib). Astral Magnetisme tampak berada di bawah kulit (Astral Magnetisme tidak sampai menembus kulit, ukurannya lebih kecil dari badan manusianya). Di saat manusia itu diam / Manter maka dari dalam tubuhnya akan mengeluarkan / menggerakkan zat Astral Magnetisme, dari zat tersebut maka mahluk halus akan takut (karena panas). Ilmu Kanuragan bersumber pada pengolahan Astral Magnetisme.

2. Kriyasakti / Griyasakti.
Zat yang berkarya / bekerja dan bersifat sakti (Kriya = karya,
Sakti = sakti), yang dapat membuat manusia mempunyai sifat sakti. Pusat kekuatannya pada kedua bokong kiri dan kanan (didalam lubang kiri dan kanan dari tulang pinggul).

Jika kriyasakti bergerak maka akan ada rasa panas. Penggunaan di dalam tubuh :
1. Zat ini dapat membuat manusia imun / kebal terhadap bermacam penya-kit.
2. Mengubah makanan menjadi ampas (kotoran) dan zat-zat makanan yang diserap tubuh / memberikan zat makanan kepada tubuh.
Penggunaan di luar tubuh :
Bisa sangat berbahaya, dapat diarahkan untuk yang positif dan negatif :
1. Diarahkan positif : Menggerakkan daya untuk kesembuhan sendiri / orang lain (fungsi spiritual).
2. Diarahkan negatif : Dapat mengakibatkan hal yang panas, sakit pada tubuh orang yang dituju maupun orang yang menggerakkan daya tersebut.

3. Kundalini.
Zat yang sifatnya mengendalikan atau mempunyai kekuatan
untuk mengendalikan segala sesuatu (mahluk hidup, alam sekitar) di luar tubuh manusia.Di dalam tubuh kundalini berfungsi untuk mengendalikan peredaran di dalam tubuh manusia. Daya mengendalikan ini sifatnya mencapai jangkauan :
1. Scope yang luas.
2. Jangkauan yang jauh.
3. Mempengaruhi yang dituju.
4. Sifatnya pasti positif.
Kundalini tidak akan berfungsi sepenuhnya (berfungsi spiritual) jika
orangnya tidak bisa masuk ke bawah sadarnya (orangnya tidak bisa
sesadar -sadarnya). Zat ini berada di sekitar anus. Jika kundalini bergerak maka akan ada rasa dingin.

4. Rahsa.
Rasa sejati yang ada di Dhat Allah yang letaknya pada jantung manusia, daya yang tak pernah ingkar dan sifatnya selalu benar. Dapat membuat manusia mempunyai rasa / insting yang tajam.

5. Roh.
Daya yang membuat manusia dapat berhubungan dengan
Alam Roh / Alam Arwah. Motornya (daya penggeraknya) adalah Kundalini. Contohnya : Mimpi bertemu leluhur. Supaya Roh yang ada pada diri kita bisa berfungsi secara spiritual dan dapat masuk ke Alam maya (vertikal) maka harus dengan jalan berpuasa sampai kira-kira 2 jam sebelum waktu berbuka puasa tiba sebaiknya digunakan untuk melakukan permohonan. Semua zat-zat pemberian Allah sifatnya positif. Jika zat-zat tersebut dilepas keluar tubuh maka akan terjadi
- Jika Astral Magnetisme lepas dari badan maka akan menciptakan gambaran sesu-ai daya cipta / fikiran (membentuk bayangan). Fikiran hanya bisa horizontal dan terbatas jaraknya.
- Jika Kriyasakti dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk mengobati orang lain dalam jarak yang jauh.
- Jika Kundalini dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk mengobati orang lain dalam jarak yang jauh sekali (lebih jauh dari Kriyasakti dengan Roh).
- Jika Roh saja lepas dari badan maka orangnya akan seperti terkena hipnotis-me.

2.7 Pengolahan Zat-Zat Pemberian Allah.

Pengolahan Kundalini :
1. Pengolahan secara khusus dengan menggerakkan daya dari cakra-cakra yang ada sampai tembus keluar melalui ubun-ubun.
2. Pengolahan untuk menggerakkan cakra ke 1 sampai ke 13 harus didampingi guru, agar dapat memberikan pengarahan dan membantu jika terjadi masalah atau kemacetan di dalam salah satu cakra. Jika tidak didampingi guru dapat mengakibatkan hal yang fatal.
3. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak merangsang.
4. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh dibatasi.
5. Mematikan 4 nafsu manusia, kondisi nol pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Jika cakra 7 belum terbuka maka kundalini akan terhambat, akan ada arus balik. Untuk mempermudah gerak kundalini mencapai cakra 7 dengan cara menempelkan lidah ke langit-langit mulut (= cethak). Penyakit yang bisa diakibatkan oleh pengolahan kundalini adalah ambeien.

Kondisi saat pengolahan untuk menggerakkan Kundalini bergabung dengan Kriyasakti menyatu dengan Cakra 4 (Nur Cahaya) dan Cakra 13 (Atom Allah) :
1. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak merangsang.
2. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh dibatasi (menurut Lobsang Rampa : dibatasi 2 x 2 meter).
3. Jangan banyak memikirkan masalah dunia, pasrah kepada Yang Maha Kuasa, mengosongkan diri (kondisi nol).
4. Mematikan 4 nafsu manusia dan nafsu birahi (hubungan intim).
5. Harus didampingi guru yang mengerti dan bisa membantu.

Semua kondisi di atas harus dijaga agar kondisi semua cakra dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak mengakibatkan sakit yang fatal. Penyakit yang kemungkinan timbul adalah dada nyeri, penyempitan jantung, gangguan pernafasan / tenggorokan, mata rabun, telinga tuli, jika berpengaruh pada otak : stroke, kelumpuhan dan lain -lain. Zat lain di manusia yang juga berfungsi spiritual : Bayu, Kelenjar, Tubuh, Zat Bening.

Sembah

Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Sembah cipta
1. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula mengenal Gusti.
2. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar,
3. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.

Berlatih cipta sebagai berikut :
1. Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.
2. Konsentrasikan rasa kamu
3. Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja
4. Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu
5. Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban

Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi, kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Ini hanya bisa
dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat.

Sembah jiwa
Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi.

Sembah rasa
1. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptkan artinya sejati dan ( rasa sejati )selanjutnya apakah tujuan hidupmu.
2. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi, hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya, tidak terpisahkan.

PEMBELAJARAN CIPTA, KARSA DAN PAKARTI

1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa danpakarti/ tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain.

2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air

3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan
a) Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti.
b) Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali.
c) Jangan merokok terlalu banyak.
d) Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif.
e) Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup.

4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan ( heneng ) dengan cipta yang jernih dan tentram ( hening ) Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak

5. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai

6. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikianjuga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak.

7. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimanaudara masih bersih, lakukan sebagai berikut : Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali 15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali 20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali 26 detik 08 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali

8. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH

9. Cobalah lakukan sebagai berikut :
a) Lupakan segalanya selama dua belas detik
b) Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik.
c) Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya )

10. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan
1. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
2. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
3. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
4. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
5. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
6. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
7. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

11. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan
1. Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
2. Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
3. Tapa nafsu, tidak iri, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
4. Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
5. Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
6. Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih
7. Tapa hidup, waspada dan eling

12 Berketetapan hati
1. Tidak ragu-ragu
2. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya

13 Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku,
bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri.

14 Sedulur Papat kalima Pancer
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan
kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
1. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
3. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
4. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam

Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )

Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata.

Dunia makhluk halus

Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada duni mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa.

Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia. Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak
bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu
hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.

Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus – wong alus – mahkluk yang tidak kelihatan. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan
bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus )

Konon Ada 2 macam mahkluk halus :

1.Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus.
2.Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.

Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri -menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat
rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.

Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata, alam lain itu antara lain :

1. Merkayangan

Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisny a sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota- kotanya lebih modern ada pencakar langot, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll.

Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan
pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkimpoian, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.

2. Jin-Siluman

Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut, samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka
mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan,pembantu pembantu, budak-budak dll. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dll.

Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul – Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam
pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan
Mataram. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat.

Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening.

Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu.

3. Kajiman

Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.

4. Demit

Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk baadannya lebih kecil.

Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail, secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak.

Mahkluk halus yang tidak sempurna.

Disamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit,
dimana roh-roh dari manusia -manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang
telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia.
Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya,
hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada
waktu sesudah kehidupan ( afterlife ) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan :

fitnah, tidak jujur, prewangan ( orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan
medium oleh mahkluk halus ) blakmagic, guna-guna yang membuat orang lain
menderita, sakit atau mati dll, pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar, membunuh orang dll perbuatan yang nista. Memuja berhala
untuk menjadi kaya ( pesugihan ) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen
bukanlah patung-patung batu, tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang
katanya, suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang
berlimpah.

Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti :
1. Jaran Penoreh – kuda yang kepalanya menoleh kebelakang
2. Srengara Nyarap – anjing menggigit
3. Bulus Jimbung – bulus yang besar
4. Kandang Bubrah – kandang yang rusak
5. Umbel Molor – ingus yang menetes
6. Kutuk Lamur – sebangsa ikan, penglihatannya tidak terang
7. Gemak Melung – gemak, semacam burung yang berkicau
8. Codot Ngising – kelelawar berak
9. Bajul Putih – buaya putih.

Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “jasa-jasa Baik “ berhala diatas, mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “kematiannya “ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan
paraning dumadi ( datang dari suci, di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci )

Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan :

Ini merupakan hukuman yang teramat berat, tidak ada penderitaan yang seberat ini,
maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya. Bagaimana caranya ?
mudah saja : bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan
yang baik dan benar, berkelakuan baik, jujur, suka menolong, jangan menipu, jangan
mencuri, jangan membunuh, jangan menyiksa, jangan melakukan hal-hal yang jelek dan
nista.

Ada pepatah Jawa yang bunyinya “ Urip iku mung mampir ngombe “ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum, itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas

Sebenarnya, masalah mahkluk halus dapat diperoleh dari banyak sumber terutama di Indonesia. Banyak sekali orang di Indonesia yang mampu berkomunikasi dengan mahluk jenis mahkluk halus. Baik yang jahat atau tidak. Hal ini sudah dilakukan sejak lama sekali. Kerajaan-kerajaan di nusantara, khususnya di jawa selalu memiliki komunikasi tetap dengan mahluk2 ini. Bahkan mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kerajaan mahkluk halus yang jumlahnya sangat banyak di nusantara ini.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu beberapa teman yang ternyata bisa berkomunikasi dengan mahkluk halus. Mereka masih muda2. Dibawah 30 tahun. Penampilan dan gayanya biasa saja tidak seperti para paranormal/dukun yang kadang2 berkulit jubah & sorban. Awal mulanya mereka bisa dengan berlatih untuk bisa lebih sensitif dengan dunia gaib ada juga yang memang bakat yang dimilikinya yang terus diasah.
Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk lebih mengenal dunia di sana. Bagaimana perilaku mereka dan bagaimana kondisi dunia di sana. Saya akan sharing sedikit secara ringkas:

1. Bagaimana bisa berkomunikasi dengan mereka? Apakah saat berkomunikasi seperti mendengar suara atau juga melihat mereka?
** Komunikasi lebih banyak secara telepati, tanpa suara, dan tanpa tatap muka. Mereka mengetahui wujud dunia lain dengan telepati juga. Pokoknya tidak ada jalur komunikasi konvesional seperti di dunia manusia (kabel telpon, udara, dll) tapi langsung ke hati.

2. Saya tunjukkan foto suatu tempat lalu saya tanya apakah ada penunggunya? Lalu mereka mengatakan ‘ada’. Bagaimana bisa mengetahui keberadaan mereka padahal dari foto saja?
** Saat melihat foto atau penggambaran tempat, kami akan langsung berada di sana. Sama seperti komunikasi yang dapat dilakukan secara instan, perpindahan tempat bagi kami dan mereka juga secara instan tidak ada jalur yang perlu dilewati yang membutuhkan waktu untuk dijalani.

3. Bagaiman wujud mereka?
** Wujud mereka beragam dan sifat mereka juga beragam. Apa yang bisa mereka lakukan tergantung jenis mereka. Ada yang baik juga ada yang jahat. Mereka memiliki bentuk asli (yang sebenarnya) dan dapat berbentuk yang lain yang dimauinya. Misalnya, bentuk mereka seperti manusia biasa (tapi ada modifikasi misalnya memiliki taring atau tanduk) tapi kecil. Saat tertentu bisa besar setinggi 30 meter hitam, berbulu, mata merah, dll. Bisa juga berbentuk yang menyeramkan atau yang cantik.
Penampakan yang mereka lakukan pada dunia manusia (seperti di TV) memerlukan energi yang besar karena dimensinya berbeda. Wujud yang ditampakkan bisa berbeda dari wujud aslinya. Hal ini bisa digunakan untuk menipu manusia dan mencari pengaruh pada manusia. Contoh korbannya mungkin Lia Eden.
Ada juga mahkluk halus yang berbentuk bola api yang akan membakar sesuatu yang didekatinya. Ada juga yang berbentuk angin. Mereka bisa disebut mahluk hidup karena bisa berkomunikasi maupun berkehendak.

4. Bagaimana dunia mereka?
** Dunia mereka tidak panas dan tidak gelap. Seperti subuh atau magrib. Dan selalu begitu. Mereka terdiri dari kerajaan2 yang dipimpin oleh raja atau ratu. Bentuk pemerintahan mereka seperti kerajaan2 manusia (jawa) di masa lalu. Antar kerajaan memiliki perbatasan juga. Mereka sepertinya hidup pada dunia yang sama dengan manusia namun pada dimensi yang berbeda. Misalnya, bagi manusia, tempat itu adalah pohon beringin yang areanya 10 meter persegi. Bagi mereka pohon itu seperti lingkungan istana kerajaan yang sangat luas. Biasanya tempat-tempat yang dianggap angker merupakan tempat yang dihuni komunitas mereka. Salah satu kerajaan besar adalah kerajaan yang dipimpin seorang Ratu yang memiliki kekuasaan di selatan pulau jawa.

5. Apakah manusia bisa ber-’wisata’ ke alam mahkluk halus?
** Bisa saja. Baik sengaja atau tidak. Tapi ada satu hal yang aneh jika kita sempat berpindah antar alam manusia dan alam mahkluk halus. Banyak kejadian, ada orang yang secara tidak sengaja pergi ke alam mahkluk halus selama sehari namun kembali ke alam manusia ternyata kalau dihitung dengan waktu di dunia manusia mereka telah pergi selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Pernah kejadian ada yang tinggal di alam mahkluk halus selama seminggu setelah kembali ke alam manusia, anak2 mereka sudah menjadi kakek-kakek! Waktu tidak jalan bersamaan di alam/dimensi berbeda.
Saya ingat beberapa kisah / fenomena yang diceritakan di dalam Al Quran tentang relatifitas waktu. Misalnya ayat yang bilang: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah 32:5)
Yang paling terkenal adalah kisah tentang beberapa manusia yang tidur di sebuah gua yang ketika bangun mereka berada jauh dari masa mereka hidup. Bahkan uang yang mereka miliki sudah tidak laku lagi. (Ashabul Kahfi – Al Quran surat Al-Kahfi).

6. Jika mereka dunia gaib apakah mereka bisa bertemu malaikat?
** Dunia gaib berlapis2. lapisan dunia mereka tidak sama dengan dunia malaikat atau yang lain. Mereka juga bisa mati. Saat mereka mati, mereka pindah ke dunia lain / dimensi yang lain lagi.

7. Apa mereka punya kepentingan dengan manusia?
** Mereka ada yang baik ada yang jahat seperti manusia. Ada yang beragama ada yang atheis. Ada yang Islam ada yang non-islam. Jika mereka dibawah pengaruh setan dan jaringannya, mereka akan jahat. Tujuannya adalah menjauhkan manusia dengan Tuhan dengan jalan syirik (bertuhan bukan kepada Allah tapi pada hal lain yang bisa memberikan kekuatan). Karena mereka gaib, mereka mudah menyesatkan manusia. Misalnya dengan menyamar menjadi malaikat atau memberikan kekuatan terhadap benda2 yang dikeramatkan manusia. Manusia menjadi tergantung pada benda itu (untuk kekayaan, kesehatan, dll) dan bukan minta pada Tuhan.
Ada juga yang baik yang berusaha menyelamatkan / memberikan peringatan pada sebagian manusia dan melindungi dari pengaruh mahkluk halus lain yang jahat.

8. Apakah hukum alam manusia berlaku di alam mahkluk halus?
** Tidak. Alam mereka bukan modifikasi alam manusia. Tapi alam yang sama sekali lain. Hukum alam mereka juga lain.

Timbul pertanyaan bagi saya. Selama ini kita mencoba mencari dan menganalisa keberadaan mahluk lain di luar bumi (planet lain) pada dimensi manusia (horizontal). Bagaimana kalau kita mencoba menganalisa kehidupan lain pada dimensi dan hukum alam yang berbeda dengan kita (vertikal)??? Padahal peradaban lama selalu bersentuhan dengan hal ini.
Suatu hal yang beyond science. Kadang2 saya berfikir bahwa science saat ini membelenggu pikiran kita. Misalnya mereka katakan: diluar hukum fisika saat ini, hal lain tidak perlu dianggap ada. Hal gain tidak benar karena tidak sesuai hukum fisika kita.
Bukankah lebih baik dikatakan: hukum fisika kita masih belum mampu menjelaskan seluruh hakikat alam namun akan terus berusaha memahaminya dalam suatu formula. Sesuatu yang diluar hukum fisika saat ini mungkin ada, tapi belum tersentuh…

Ada satu pesan dari dunia lain: saat ini sedang ada persiapan perang besar di dunia gaib. Antara yang baik dan yang jahat. Dampaknya akan terasa ke kehidupan manusia. Dan akan terjadi dalam waktu dekat. Mereka menyarankan agar selalu perpegang pada Sang Pencipta Kehidupan. 

Perlengkapan Ilmu Harimau

Taring harimau biasanya digunakan sebagai simbol “mendapatkan”atau “memegang”, maksudnya dalam dunia bisnis, ialah menancapkan – pengaruh, apa2 yg didapat supaya benar2 dapat dinikmati hasilnya, selain sebagai simbol kewibawaan pengaruh..

Kulit harimau sebagai simbol “pakaian” atau pengaruh kharismatik dalam bahasa kekuasaan ialah “jubah kebesaran” dalam bahasa kebatinan disebut sebagai “keilmuan” memegang/menyimpan kulit harimau sama halnya seperti memakai “ilmu harimau”

Kuku harimau, sebagai simbol untuk “menggapai” atau pencarian maksudnya ialah
supaya peluang2 usaha benar2 bisa dicengkeram untuk kemudian dilaksanakan dalam rangka mencapai hasil..
Kumis harimau, berfungsi layaknya aji pameling maksudnya dipakai sebagai “antena” penyambung batin jarak jauh atau berfungsi kayak telepon seluler gaib / telepati jg untuk support feeling dan indera ke enam

Mata harimau, untuk daya hipnotis..
Kening harimau untuk “pengaruh” / wibawa
Tulang iga harimau, untuk “tampil keren” istilahnya itu adalah “tulang keren”,untuk performance
Susuk macan, ialah sepasang atau satu macam tulang lepas yg terdapat di antara

leher dan dada harimau, inilah pusat inti “kekuatan SIMA macan/harimau” yg dalam mantera (tatar sunda) disebut sebagai “sima aing sima maung” “sora aing gelap ngampar” sima aku sima macan, suaraku bagaikan kilat menyambar

demikianlah ini perlengkapan “ilmu harimau” yg diturunkan turun temurun oleh buyut kakekku yang berasal dari daerah Tapanuli Selatan yang bergelar “Batara Diyangsari” sebagai pemegang waris terakhir leluhurnya “Siluman manusia Harimau dari Tapanuli”

Sekilas tentang susuk

Susuk memang controversial, sebetulnya apa dan bagaimana susuk itu sesungguhnya. Perbuatan susuk ialah memasukkan sesuatu bahan kedalam badan untuk mendapatkan sesuatu kelebihan dan menutupi kekurangan. Pelbagai jenis bahan bisa digunakan, bergantung kepada apakah keinginan pengguna.

Pemakai susuk biasanya mempunyai beberapa pantangan seperti tidak boleh memakan beberapa bahan tertentu seperti pisang tanduk, pisang emas, tidak boleh melintas di bawah tali jemuran dan lain-lain, bergantung kepada jenis susuk yang dipakainya.
Terdapat pelbagai jenis susuk yang umum digunakan:-

o Susuk Emas
o Susuk Perak
o Susuk Besi /baja o Susuk Raksa
o Susuk Berlian
o Susuk intan
o Susuk mutiara
o Susuk gotri/pelor
o Susuk gabah ketan/beras
o Susuk galih kayu
o Susuk dari bagian tertentu hewan
o Dll, sebagai inovasi dan penemuan/penciptaan kreasi baru.

Manfaat

- Pemakai susuk percaya bahwa susuk itu akan membantu mereka menjadi bertambah cantik, bertambah berani, semakin dikasih, semakin manis, dan lain-lain menurut susuk yang dipakai.
- Susuk sama halnya seperti pada pusaka2 bertuah, yang dapat memberikan pengaruh
tertentu kepada pemiliknya, sehingga memakai susuk kurang lebih sama seperti pada tuah kepemilikan pusaka.
-Dahulu, susuk kebanyakan dipakai putera-puteri bangsawan untuk meningkatkan pamor mereka pada kalangan tertentu. Sehingga awal pengetahuan susuk adalah hal yang sangat rahasia sekali untuk konsumsi exclusive.
- Susuk mampu menutup kekurangan pada tubuh kita tanpa merobah fisiknya. Bahkan dibuktikan sesuatu kelemahan penampilan organ tubuh yang misalnya cacat, malah dengan susuk dapat dibuat menjadi sangat menarik. Kekurangan berobah
menjadi kelebihan.
- Susuk, mampu menimbulkan semangat kembali di kalangan suami isteri yang sudah
tak bergairah, sehingga mampu mencegah perselingkuhan.
- Susuk mampu mengobati masalah frigiditas / rasa dingin dan hilang nafsu seksual
pada seorang wanita.
- Susuk dengan cara tertentu juga mampu mengatasi masalah impotensi bagi pria
- Susuk juga mampu membuat penampilan kulit menjadi lebih elastis dan mencegah
penuaan, keriput, dan kelemahan tulang.
-Peletakan susuk secara professional sama halnya seperti pada praktek akupuntur,
yaitu sebagai support penyelarasan energi penyembuhan dan kekuatan kaitannya
dengan pusat -pusat energi pada tubuh. Teknik susuk sebenarnya adalah subfokus
dari pengetahuan tentang refleksi dan akupuntur.
- Disamping manfaat untuk kewibawaan, dan juga kesaktian/kekebalan, susuk mampu
juga untuk membuka mata ketiga, sehingga dapat melihat hal-hal yang kasat mata.

Kelemahan

- Pemakai susuk terpaksa mematuhi pantang-larang tertentu. Jika terlanggar pantangan, susuk itu akan keluar dengan sendirinya dan menjadi tawar.
- Susuk ini terpaksa dibuang, sebaiknya oleh yang memakaikan susuk, ataupun melalui cara yang di ajari.

Larangan

Antara makanan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.)
• Labu air
• Pisang Tanduk
• Pisang emas
• Sate tusuk
• Jantung pisang.
• Dll, sesuai petunjuk yg memasang.

Antara perbuatan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.)
• Melalui bawah tali jemuran pakaian
• Melalui di bawah tangga/rumah
• Melalui di bawah pohon kelor
• Di lempar bantal
• Minum air penawar.

Pemasangan Susuk.

Ada beberapa cara pemasangan susuk secara umumnya dan secara khusus Pertama, dengan cara disusukkan / ditanam pada bagian tubuh tertentu. Kedua, dengan cara di loloh, yakni ditelankan atau diminum. Ketiga ada pula dengan cara gaib, yakni piranti2 susuk masuk secara gaib dan misterius kebagian tubuh yang diinginkan. Hal ini hanya dapat dilaksanakan oleh mereka2 yg telah mumpuni benar dalam bidang susuk. Praktek ini sudah mirip seperti melaksanakan santet. Ke empat dengan cara dilamurkan / dilulurkan Hal ini ialah menggunakan sarana serbuk / bubukan emas, intan,berlian, mutiara, dlsb.

Lokasi pemasangan Susuk.
- Diantara dua alis mata
- Pada pipi wajah
- Dagu/ sudut bibir
- Tengkuk
- Bawah dada kanan-kiri / payudara.
- Punggung kanan-kiri
- Pinggul kanan-kiri
- Lengan kanan-kiri
- Telapak tangan kanan-kiri
- Bawah pusar
- Kemaluan
- Paha kanan-kiri
- Betis kanan-kiri

Budaya Susuk

Selama ini kita mengenal budaya susuk hanyalah popular di tanah Jawa saja,Padahal didaerah lainpun juga sangat mengenal budaya ini.

Susuk dikalangan suku melayu.

Etnis melayu dahulu, menggunakan susuk dari bahan rempah2 dan bunga2an
Suatu contoh yakni; merica, ketumbar, bawang, bunga kenanga, melati, mawar,dll
Bahkan kalangan suku melayu di Medan sangat mengenal dengan sarana pekasih susuk air emas, yang termasuk dari bagian susuk cair untuk lamuran.

Susuk di Kalimantan

Banyak rumah2 adat atau rumah-rumah kebesaran, tiang pasak rumahnya disusuk
dengan menggunakan intan. Hal ini diyakini untuk menguatkan daya tahan rumah, dan
menimbulkan kesan damai dan nyaman / sejuk pada penghuni rumah. Demikian juga dengan tempat2 perniagaan, kebanyakan disusuk emas pada lokasi pintu masuknya.

Susuk di Indonesia bagian timur

Kita pernah mendengar tentang mutiara hitam. Mutiara hitam ini jika dijadikan serbuk dan bubuk lalu ditelan, diyakini mampu untuk mengembalikan dan menaikkan
kejantanan seorang laki-laki. Dengan kata lain sebagai sarana pengobatan impotensi dan atau lemah syahwat.

Pengetahuan Tentang Keris

Keris adalah sejenis pedang pendek yang berasal dari pulau Jawa, Indonesia. Keris purba telah digunakan antara abad ke-9 dan 14. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Keris terbagi menjadi tiga bagian yaitu mata, hulu, dan sarung. Beberapa jenis keris memiliki mata pedang yang berkelok-kelok. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

Keris sendiri sebenarnya adalah senjata khas yang digunakan oleh daerah-daerah yang
memiliki rumpun Melayu atau bangsa Melayu. Pada saat ini, Keberadaan Keris sangat
umum dikenal di daerah Indonesia terutama di daerah pulau Jawa dan Sumatra,
Malaysia, Brunei, Thailand dan Filipina khususnya di daerah Filipina selatan (Pulau
Mindanao). Namun, bila dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, keberadaan
keris dan pembuatnya di Filipina telah menjadi hal yang sangat langka dan bahkan
hampir punah.

Tata cara penggunaan keris juga berbeda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang. Sementara di Sumatra, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.

Sebenarnya keris sendiri memiliki berbagai macam bentuk, ada yang bermata berkelok kelok (7, 9 bahkan 13), ada pula yang bermata lurus seperti di daerah Sumatera. Selain itu masih ada lagi keris yang memliki kelok tunggal seperti halnya rencong di Aceh atau Badik di Sulawesi.

Bagian-bagian keris

Sebagian ahli tosan aji mengelompokkan keris sebagai senjata tikam, sehingga bagian
utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Tetapi karena keris mempunyai kelengkapan lainnya, yaitu wrangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran, maka kesatuan terhadap seluruh kelengkapannya
disebut keris.

* Pegangan keris

Pegangan keris ini bermacam-macam motifnya , untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia .

Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang
terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan
burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat
pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu.

Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan) ,weteng dan bungkul.

* Wrangka atau Rangka

Wrangka, rangka atau sarung keris adalah bagian (kelengkapan) keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, karena bagian
wrangka inilah yang secara langsung dilihat oleh umum . Wrangka yang mula-mula
(sebagian besar) dibuat dari bahan kayu (jati , cendana, timoho , kemuning, dll) ,
kemudian sesuai dengan perkembangan zaman maka terjadi perubahan fungsi wrangka (sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya ). Kemudian bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading.

Secara garis besar terdapat dua macam wrangka, yaitu jenis wrangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup, lata, janggut, gandek, godong (berbentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup, godong dan gandek.

Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan, walaupun tidak mutlak.
Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi , misalkan menghadap raja, acara resmi

keraton lainnya (penobatan, pengangkatan pejabat kerajaan, perkimpoian, dll) dengan maksud penghormatan. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai
pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).

Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya
adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.

Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka, dan bagian utama menurut
fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan ,maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah
yang berbahan logam campuran )

Karena fungsi gandar untuk membungkus , sehingga fungsi keindahannya tidak
diutamakan, maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder
yang disebut pendok . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah , dibuat dari logam kuningan, suasa ( campuran tembaga emas ) , perak, emas . Untuk daerah diluar Jawa (kalangan raja-raja Bugis , Goa, Palembang, Riau, Bali ) pendoknya terbuat dari emas , disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian.
Untuk keris Jawa , menurut bentuknya pendok ada tiga macam, yaitu (1) pendok bunton
berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya , (2) pendok blewah (blengah)
terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan
terlihat , serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . Apabila dilihat dari hiasannya, pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos
(tanpa ukiran).

* Wilah

Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagianbagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan, yang biasanya disebut dapur,
atau penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah (ada puluhan bentuk dapur). Sebagai
contoh, bisa disebutkan dapur jangkung mayang, jaka lola , pinarak, jamang murub,
bungkul , kebo tedan, pudak sitegal, dll. Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang
merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Bagian inilah yang masuk ke pegangan keris ( ukiran) . Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm, dengan
penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Di
daerah Jawa Timur disebut paksi, di Riau disebut puting, sedangkan untuk daerah
Serawak, Brunei dan Malaysia disebut punting.

Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja tidak
terpisahkan. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu
melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja mewakili lambang yoni
sedangkan pesi melambangkan lingganya. Ganja ini sepintas berbentuk cecak, bagian depannya disebut sirah cecak, bagian lehernya disebut gulu meled , bagian perut
disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Ragam bentuk ganja ada bermacammacam, wilut , dungkul , kelap lintah dan sebit rontal.

Luk, adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris, dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah , dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan -kiri), maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap, dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas,biasanya disebut keris kalawija ,atau keris tidak lazim .

Sejarah

Asal keris yang kita kenal saat ini masih belum terjelaskan betul. Relief candi di Jawa lebih banyak menunjukkan ksatria-ksatria dengan senjata yang lebih banyak unsur India-ya.

Keris Budha dan pengaruh India-Tiongkok

Kerajaan-kerajaan awal Indonesia sangat terpengaruh oleh budaya Budha dan Hindu. Candi di Jawa tengah adalah sumber utama mengenai budaya zaman tersebut. Yang mengejutkan adalah sedikitnya penggunaan keris atau sesuatu yang serupa dengannya. Relief di Borobudur tidak menunjukkan pisau belati yang mirip dengan keris.

Dari penemuan arkeologis banyak ahli yang setuju bahwa proto-keris berbentuk pisau
lurus dengan bilah tebal dan lebar. Salah satu keris tipe ini adalah keris milik keluarga Knaud, didapat dari Sultan Paku Alam V. Keris ini relief di permukaannya yang berisi epik Ramayana dan terdapat tahun Jawa 1264 (1342 Masehi), meski ada yang meragukan penanggalannya.

Pengaruh kebudayaan Tiongkok mungkin masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan penghubung antara kebudayaan Tiongkok dan dunia Melayu. Terdapat keris sajen yang memiliki bentuk gagang manusia sama dengan belati Dongson.

Keris “Modern”

Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik. Keris memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram baru (abad ke-17-18).

Pemerhati dan kolektor keris lebih senang menggolongkannya sebagai “keris kuno” dan
“keris baru” yang istilahnya disebut nem-neman ( muda usia atau baru ). Prinsip
pengamatannya adalah “keris kuno” yang dibuat sebelum abad 19 masih menggunakan
bahan bijih logam mentah yang diambil dari sumber alam-tambang-meteor ( karena
belum ada pabrik peleburan bijih besi, perak, nikel dll), sehingga logam yang dipakai
masih mengandung banyak jenis logam campuran lainnya, seperti bijih besinya
mengandung titanium, cobalt, perak, timah putih, nikel, tembaga dll. Sedangkan keris
baru ( setelah abad 19 ) biasanya hanya menggunakan bahan besi, baja dan nikel dari
hasil peleburan biji besi, atau besi bekas ( per sparepart kendaraan, besi jembatan, besi
rel kereta api dll ) yang rata-rata adalah olahan pabrik, sehingga kemurniannya terjamin
atau sedikit sekali kemungkinannya mengandung logam jenis lainnya. Misalkan
penelitian Haryono Arumbinang, Sudyartomo dan Budi Santosa ( sarjana nuklir BATAN
Yogjakarta ) pada era 1990, menunjukkan bahwa sebilah keris dengan tangguh Tuban,
dapur Tilam Upih dan pamor Beras Wutah ternyata mengandung besi (fe) , arsenikum
(warangan )dan Titanium (Ti), menurut peneliti tersebut bahwa keris tersebut adalah
“keris kuno” , karena unsur logam titanium ,baru ditemukan sebagai unsur logam
mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun
jauh lebih ringan dari besi, banyak digunakan sebagai alat transportasi modern (pesawat terbang, pesawat luar angkasa) ataupun roket, jadi pada saat itu teknologi tersebut belum hadir di Indonesia.

Titanium banyak diketemukan pada batu meteorit dan pasir besi biasanya berasal dari daerah Pantai Selatan dan juga Sulawesi. Dari 14 keris yang diteliti , rata-rata mengandung banyak logam campuran jenis lain seperti cromium, stanum, stibinium, perak, tembaga dan seng, sebanyak 13 keris tersebut mengandung titanium dan hanya satu keris yang mengandung nikel. Keris baru dapat langsung diketahui kandungan jenis logamnya karena para Mpu ( pengrajin keris) membeli bahan bakunya di toko besi, seperti besi, nikel, kuningan dll. Mereka tidak menggunakan bahan dari bijih besi mentah ( misalkan diambil dari pertambangan ) atau batu meteorit , sehingga tidak perlu dianalisis dengan isotop radioaktif. Sehingga kalau ada keris yang dicurigai sebagai hasil rekayasa , atau keris baru yang berpenampilan keris kuno maka penelitian akan mudah mengungkapkannya.

Keris Pusaka terkenal

* Keris Mpu Gandring
* Keris Pusaka Setan Kober
* Keris Kyai Sengkelat
* Keris Pusaka Nagasastra Sabuk Inten
* Keris Kyai Carubuk
* Keris Kyai Condong Campur

Hakekat dan sumber kekuatan ilmu gaib

Di dunia ini, ada orang-orang diberi kelebihan oleh Tuhan hingga punya kemampaun supranatural meskipun dia tidak pernah belajar. Ada pula orang yang diberi kemudahan untuk mempelajari berbagai ilmu sehingga ia bisa punya banyak kemampuan dalam waktu singkat. Ada juga orang yang kesulitan dalam mempelajari ilmu, padahal dia sudah tekun berusaha. Jika Anda termasuk golongan yang terakhir, maka jangan pesimis dulu. Masih banyak jalan untuk membuka pintu keilmuan Anda.

Banyak orang belajar ilmu gaib selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Kegagalan itu bisa saja terjadi karena ilmu yang dipelajari sudah tidak asli tata-caranya atau mempelajari ilmu palsu. Banyaknya Ilmu palsu dan ilmu yang tidak asli tradisinya biasanya adalah ulah oknum paranormal yang tidak bertanggung jawab.

Jangan mudah percaya kepada orang yang katanya bisa membuka aura, cakra atau hijab gaib sehingga orang bisa dengan cepat menguasai ilmu gaib dan bisa masuk alam gaib. Sesungguhnya hati Anda hanya bisa terbuka oleh usaha Anda sendiri. Orang lain hanya bisa membantu mengarahkan dan memberi tahu caranya.

Sebab kegagalan lainnya adalah ketidaktahuan akan hakekat ilmu yang dipelajarinya. Orang yang belajar ilmu gaib seharusnya tahu “dari mana sumber kekuatan ilmu gaib dan bagaimana proses atau cara kerja ilmu gaib”, atau mungkin dia berguru pada pada paranormal palsu yang ilmunya pastinya palsu.

Oleh karena itu saya menyusun “Pembuka Ilmu Gaib” yang mengupas dua hal pokok yang seharusnya menjadi pengetahuan awal bagi Anda yang ingin belajar ilmu gaib. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam membuka pintu kekuatan gaib di tubuh.

Sumber Kemampuan Supranatural

Aliran hikmah dan kejawen sepakat bahwa sumber kekuatan ilmu gaib adalah khodam. Namun kedua aliran tersebut berbeda pendapat mengenai pengertian khodam. Aliran kejawen beranggapan bahwa khodam atau prewangan adalah jenis makhluk tertentu yang memang diciptakan Tuhan untuk membantu manusia. Menurut faham kejawen, khodam bukanlah jin dan bukanlah malaikat, melainkan makhluk gaib khusus yang
berfungsi menimbulkan kekuatan supranatural pada manusia sakti atau benda bertuah.

Sedangkan aliran hikmah yakin bahwa “khodam” sebetulnya hanyalah julukan bagi Jin atau Malaikat yang membantu manusia. Pendapat ini setidaknya bedasarkan dua alasan sebagai berikut: Pertama, Khodam dalam bahasa Arab berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan body guard juga bisa disebut sebagai khodam.
Kedua, Bukankah dalam Al-Quran sudah diterangkan bahwa Allah hanya menciptakan hambanya dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Kalaupun ada yang istilah “khodam”, maka tidak lain hanyalah nama alias untuk ketiga jenis makhluk tersebut. Seperti halnya “setan”, sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin dan manusia yang suka berbuat kejahatan. Saya pribadi lebih meyakini pendapat aliran hikmah karena mempunyai alasan yang kuat.

Keajaiban yang ditimbulkan oleh ilmu gaib berbeda dengan mukzijat. Perbedaannya terletak pada prosesnya dan siapa yang menerimanya. Mukzijat hanya diterima oleh nabi/rasul dan prosesnya tanpa perantara, tidak ada perantara malaikat/jin yang menyebabkan nabi Musa bisa membelah lautan dan tongkatnya menjadi ular. Kejadian mukjizat langsung dari perintah Allah “kun fa yakun!”. Mukjizat tidak bisa dipelajari atau diusahakan oleh manusia, termasuk nabi, nabi hanya menerima dan tidak berkuasa menolak kekuasaan Allah.

Sedangkan keajaiban yang ditimbulkan ilmu gaib sebenarnya adalah fungsi khodam yang sudah menyatu dengan pemilik ilmu gaib. Misalnya orang yang kulitnya kebal senjata tajam, sebetulnya kulitnya diselimuti enegi gaib oleh khodam sehingga senjata yang hendak menyentuh kulit terhalang dan tidak bisa menembus. Proses ini serupa dengan atmosfer bumi yang ketika ada meteor jauh maka akan mengalami gesekan hingga
meteor terbakar dan habis, dengan begitu mahluk bumi menjadi aman dari meteor yang berjatuhan.

Ilmu Gaib bisa dipelajari atau diusahakan. Usaha untuk memperoleh ilmu gaib bisa dengan puasa, wirid mantra, meditasi, pengisian (bila ada guru) dan lain-lain. Khodam yang akan menjadi ruh ilmu gaib pun berbeda-beda tergantung jenis ilmu dan siapa yang mengamalkan ilmu tersebut. Untuk amalan yang murni bersumber dari Al -Quran, IsyaAllah, khodamnya adalah malaikat. Ilmu Kejawen, kebanyakan berkhodam Jin muslim atau jin non-muslim tergantung siapa yang mengamalkannya dan niat memiliki ilmu tersebut.

Sifat Khodam Ilmu Gaib

Saya yakin, sebagian dari Anda menjadi takut mempelajari ilmu gaib setelah tahu bahwa kekuatannya sebetulnya berasal dari makhluk gaib (khodam). Ketahuilah bahwa jin yang menjadi khodam suatu ilmu berbeda sifatnya dengan jin pengganggu. Khodam adalah jin yang bersifat pasif. Dia tidak bisa mempengaruhi pikiran Anda dan tidak bisa menampakan diri.

Meskipun khodam selalu mengikuti Anda, dia tidak akan berkomentar apapun tentang tindakan Anda. Khodam juga tidak bisa berkomunikasi dengan Anda, kecuali Anda menguasai ilmu untuk berkomunikasi dengan khodam. Jadi intinya, meskipun ratusan khodam mengikuti Anda, Anda tetaplah diri Anda yang merdeka, boleh melakukan apa saja sesuka hati. Anda tidak perlu takut dengan khodam karena khodam sepenuhnya hanya akan membantu Anda tanpa minta imblan dan tidak mengganggu.

Mengapa harus puasa dan baca mantra?

Hakekat puasa dalam ilmu gaib adalah untuk mempermudah penyatuan khodam dengan pemilik ilmu. Bukan berarti tanpa puasa ilmu tidak bisa dikuasai. Jika ada guru sakti yang bersedia mengisi Anda, maka Anda langsung bisa memiliki ilmu tanpa melelui proses puasa/ritual. Kekuatan hasil pengisian tergantung seberapa besar kesaktian guru yang mengisi Anda. Sedangkan jika Anda puasa/ritual sendiri, maka kekuatan yang dihasilkan tergantung penghayatan dan kesungguhan Anda dalam menjalani puasa/ritual.

Mantra adalah sarana untuk memanggil khodam. Saat Anda membaca mantra,
beberapa khodam yang sifatnya sama dengan mantra yang Anda baca langsung datang mengitari Anda. Khodam-khodam itu tidak bisa lagsung bersatu dengan tubuh Anda karena berlainan materi penyusun tubuh. Jin terbuat dari api (panas) dan Anda terbuat dari tanah (netral), maka agar mempermudah penyatuan khodam dengan diri Anda anda harus mengosongkan perut hingga tubuh Anda lemah dan terasa panas.

Lemahnya tubuh Anda saat berpuasa juga mempermudah penyatuan khodam.
Logikanya, tubuh lemah adalah karena kekurangan energi, maka ada kesempatan bagi khodam untuk mengisi kekurangan energi di tubuh Anda.

Ilmu yang sudah ada pada diri Anda bisa bertambah kuat dan juga bisa melemah
tergantung kerajinan Anda dalam merawat ilmu tersebut. Merawat ilmu sama artinya dengan menjaga hubungan antara khodam dan Anda. Semakin kuat ikatan antara Anda dan khodam, kekuatan ilmu Anda semakin kuat. Cara merawat suatu ilmu adalah
dengan membaca mantranya rutin pada waktu yang ditentukan. Semakin khusyuk dan banyak wirid mantra maka semakin besar pula kekuatan ilmu Anda.

Bermula

Sebagai awal pengijazahan, dan untuk memulai segala bentuk amalan yg berkaitan dengan “Ilmu Hikmah”. Ini adalah “diantara” salah satu tata cara yang disebut sebagai “Hadoroh” atau “Hadorotan”atau “Tawassulan”. Yakni juga disebut sebagai pembacaan hadiah Al Fatihah yang berguna untuk menyambung “Tali Ruhani” kepada para Ahli Hikmah terdahulu, sehingga membuat amalan menjadi lebih terjaga,
bermakna,dan mustajab, dengan izin Allah.
Amalan ini biasanya dibaca ketika setelah sholat dan sebelum mengamalkan suatu materi keilmuan

1.Hadiah Fatihah kepada Kanjeng Rasulullah SAW
Ila hadrotin nabiyyil mustofa sayidina wa maulana Muhammadin,… Al Fatihah 1x.

2. Hadiah Fatihah kepada 4 malaikat, dan para malaikat penjaga
Wa ila hadroti malaikatil jibriil wa mika-il wa isrofil wa `izroil wal malaikatil muqorrobin wal karubiyyin syai-u lillaahi lahumul fatihah,… Al Fatihah 1x

3. Hadiah Fatihah kepada 4 sahabat,
Wa ila hadroti sadatina khulafaur rosyidin, abi bakrin, wa umar, wa utsman, wa ali,syai-u lillahi lahumul fatihah, …Al Fatihah 1x

4. Hadiah Fatihah kepada para wali,
Wa ila hadroti quthbur robbani syaikh `abdul qodiril jailani , syaikh ahmad
bin `ali albuni, syaikh ahmad addrobi as syafi`i, syaikh tilmisani maghribi,
syeikh abi hasan as syadzili, al imam ghozali, wal masya-ikhina, wal waliyyina, syai-u lillahi lahumul fatihah, …Al Fatihah 1x

5. Hadiah fatihah kepada para guru2 pribadinya masing2,
wa ila hadroti … …(sebut nama2 gurunya yg mengajarkan ilmu2 batin) syai-u lillahi lahumul fatihah, …Al Fatihah 1x

6. Hadiah Fatihah kepada Ibu Bapak, muslimin wal muslimat,
wa ila hadroti abi wa ummi, wal muslimiina wal muslimati, syai-u lillahi lahumul fatihah, …Al Fatihah 1x

7. Hadiah Fatihah kepada diri kita sendiri, dan kepada qorin
wa `ala nafsi (sebut namanya sendiri) wal qorini, wa sadulur papat lima pancer syai-u lillahi lahumul fatihah, … Al Fatihah 1x

8. Hadiah fatihah atas hajat pribadi,
wa ilal hajati… (sebut keinginannya) …Al Fatihah 1x

9. Hadiah fatihah kepada pemegang “kunci hikmah”
- Bi mu`jizati sayidina khidir alaihis salam , … Al Fatihah 1x – Wa bibarokati sayidina khidir alaihis salam, …Al Fatihah 1x – Wa ila ruhi sayidina khidir alaihis salam, …Al Fatihah 1x

Dilanjut dengan membaca “kunci hikmah”

- Astagfirullohal `azhiim 3x
- A`uzubillahimina syaithonir rojim 3x
- Bismillahirrahmanirrahim 3x
- Kalimat Syahadat 3x
- Solawat yg disukai 3x
- Inna lillahi wa inna ilaihi ro-jiun 3x
- La haula wala quwwata illa billahil `aliyyil `azhiim 3x

Dilanjut lagi membaca 4 Raja Quran

- Al Fatihah 1x
- Al Ikhlas 3x
- Al Falaq 1x
- An Nas 1x
- Dilanjut dengan membaca Tahlil, La ilaha illallah 21x/100x

* Berbagai Laku Prihatin Untuk Meningkatkan Derajat Ilmu.

Ikhtiar ini harus dilihat secara murni sebagai satu upaya untuk meningkatkan derajat ilmu dimana dengan laku prihatin yang mampu mempengaruhi jiwa akan
membuat seseorang menjadi lebih arif dalam mengendalikan emosi, mengurangi nafsu serta memaksimalkan energi yang telah/akan dikuasainya, sehingga tubuh menjadilebih peka terhadap sesuatu baik berupagetaran atau makna yang tersirat amat halus
sekalipun, laku ini bisa disesuaikan dengan hasrat yang muncul didalam hati.
Mungkin ketika kita mencoba suatu langkah, kita tidak akan tahu maknanya… namun setelah selesai barulah kita tahu hikmahnya…

- MUTIH.

Dalam menjalani laku ini seorang harus mampu menahan lapar dan dahaga pada siang hari, dan ketika malam tiba atau pagi sebelum mulai nampak sinar matahari hanya diperbolehkan makan makanan yang serba putih.
Seperti. Air putih, Nasi putih.

Dalam kondisi demikian tubuh menjadi lemas dan perasaan raga kita semakin ringan, hingga bisa dikatakan tekanan energi dalam tubuh setara dengan energi gelombang jin sehingga wajar mereka yang mutih terkadang bisa melihat jin tanpa disadarinya. orang yang menjalani mutih otomatis nafsu syahwatnya menurun.

- NGERUH.

Dalam tahap ini seseorang tidak boleh makan segala jenis makanan yang bernyawa, sebab apapun yang memiliki nyawa mengandung nafsu sehingga apabila dimakan akan mempengaruhi meningkatkan nafsu pemakannya.
Tujuan ngeruh adalah menghilangkan nafsu, makanan yang tidak boleh dimakan selama ngeruh misalnya…
-Daging segala macam hewan.
-Telur.
-Ikan laut atau tawar.
-Bahan makanan yang mengandung daging.

- NGEBLENG.

Adalah menghentikan segala macam kebiasaan demi mencapai tingkat perenungan yang tinggi, pelaku dari tahapan yang cukup berat ini harus berpantang..
- Makan. – Minum. – Tidur. – Keluar Rumah. – Bersenggama. – Menyalakan Api.
Namun jika mereka yang belum mampu sebaiknya laku ini disesuaikan dengan
kondisi fisik, sebab hitungan laku batin tidak hanya disesuaikan dengan ukuran phikis saja tetapi juga pisik.

- JEJEG.

Jejeg bisa diartikan mempunyai makna LURUS/ tegak.
Lurus disini bermaksud sebagai penggambaran agar manusia yang menjalani laku ini bisa menjadi manusia yang lurus lahir batinnya. pada tahapan ini pelaku tidak
diperbolehkan menekuk kakinya sepanjang hari kecuali saat buang hajat atau shalat.

- LELANA.

Lelaku ini dijalani dengan berjalan kaki mulai matahari terbenam hingga terbit
matahari, selama dalam perjalanan dianjurkan mengolah jiwa atau selalu intropeksi
diri.
Selama laku lelana kemungkinan akan menemui hal hal yang sangat jauh dari jangkauan akal/ghaib. sehingga bisa diharapkan akan menambah kekayaan/pengalaman batin.

* Nilai puasa 3 hari = puasa 40 hari

Dimulai dari :
1. Kamis wage, jumat kliwon, sabtu legi.
2. jumat pahing, sabtu pon, ahad wage.
3. sabtu kliwon, ahad legi, sabtu pahing.
4. selasa kliwon, rabu legi, kamis pahing.
5. rabu pon, kamis wage, jumat kliwon.
pilihlah salah satu point, dimana anda akan melaksanakan puasa dalam rangka ngelmu, seperti kita ketahui, ada beberapa mantera atau ilmu, yang mensyaratkan untuk
dipuasakan selama 40 hari. para pujangga Jawa akhirnya menemukan dan memberikan jalan pintas yang nilainya setara, dan dengan tidak mengurangi makna, yaitu puasa
ngelmu untuk 40 hari, bisa diringkas menjadi hanya 3 hari saja.

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.